KALENDER KEGIATAN K3S SEMESTER II
KECAMATANTAMBAKSARI
TAHUN AJARAN 2009 - 2010
1. 08 Pebruari 2010 Pembuatan soal UTS 1, 2, UAS
2. 22 - 25 Pebruari 2010 Try Out Ke 1 kelas VI
3. 8 - 11 Maret 2010 UTS Ke 1
4. 23 - 25 Maret 2010 Try Out Kota Kelas VI
5. 5 - 6 April 2010 Lomba Siswa Berprestasi
6. 14, 20, 21 April 2010 Try Out Ke 2 Kelas VI
7. 22 - 26 April 2010 UTS Ke 2
8. 4 - 6 Mei 2010 UASBN
9. 1 - 2.Juni 2010 Lomba Mata Pelajaran
10. 14 - 17 Juni 2010 UAS Semester 2
11. 26 Juni 2010 Raportan Semester 2
Selasa, 30 Maret 2010
Daftar Siswa Yang Wajib Mengikuti Remidi
Daftar siswa yang wajib mengikuti Remidi atau Ujian Perbaikan Nilai :
A. KELAS VI A :
1. Hinggis Safira Sari
2. Imam Syafi'i
3. M. Arief Wicaksono
4. Ryan Ilham Febriansyah
5. Sandi Ardiansyah
6. Saiful Anwar
7. Virna Septiningtyas
8. Yusuf Parri Akbar
9. Rionaldy Rizal W
10. Andrisa Kurnia D
11. Bagus Antonio W
B. KELAS VI B
1. Davis Pandu P.R
2. Fauzi Indra R
3. Poppy Safiri
4. Rio Putra Muria
5. Rury Bunga P
6. Syaiful F
7. Vicky Dendy A
8. Wisnu Nandya A
9. Yogi Wahyu G
10. Cherry Mas A
11. Wisnu Adji R
12. Sigit Anwaruddin
Keterangan :
1. Jika ada kesalahan penjumlahan mohon diinformasikan kepada Admin, dan Insya Allah secepat mungkin akan diadakan perbaikan.
2. Bagi siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM (70,00) diwajibkan mengikuti Remidi atau Ujian Perbaikan Nilai.
3. Remidi atau Ujian Perbaikan Nilai akan dilaksanakan pada hari Rabu, 31 Maret 2010, jam 12.00 Wib sampai selesai.
4. Bagi siswa yang tidak mengikuti Remidi atau Ujian Perbaikan Nilai pada waktu yang telah ditentukan, maka nilai yang akan digunakan adalah nilai awal seperti tertera diatas.
5. Jika ada pertanyaan, masalah, konfirmasi dan klarifikasi, silahkan menghubungi Admin.
A. KELAS VI A :
1. Hinggis Safira Sari
2. Imam Syafi'i
3. M. Arief Wicaksono
4. Ryan Ilham Febriansyah
5. Sandi Ardiansyah
6. Saiful Anwar
7. Virna Septiningtyas
8. Yusuf Parri Akbar
9. Rionaldy Rizal W
10. Andrisa Kurnia D
11. Bagus Antonio W
B. KELAS VI B
1. Davis Pandu P.R
2. Fauzi Indra R
3. Poppy Safiri
4. Rio Putra Muria
5. Rury Bunga P
6. Syaiful F
7. Vicky Dendy A
8. Wisnu Nandya A
9. Yogi Wahyu G
10. Cherry Mas A
11. Wisnu Adji R
12. Sigit Anwaruddin
Keterangan :
1. Jika ada kesalahan penjumlahan mohon diinformasikan kepada Admin, dan Insya Allah secepat mungkin akan diadakan perbaikan.
2. Bagi siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM (70,00) diwajibkan mengikuti Remidi atau Ujian Perbaikan Nilai.
3. Remidi atau Ujian Perbaikan Nilai akan dilaksanakan pada hari Rabu, 31 Maret 2010, jam 12.00 Wib sampai selesai.
4. Bagi siswa yang tidak mengikuti Remidi atau Ujian Perbaikan Nilai pada waktu yang telah ditentukan, maka nilai yang akan digunakan adalah nilai awal seperti tertera diatas.
5. Jika ada pertanyaan, masalah, konfirmasi dan klarifikasi, silahkan menghubungi Admin.
Daftar Nilai Ujian Praktek Agama Islam Kelas VI B
DAFTAR NILAI
UJIAN PRAKTEK PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Tgl : 29 Maret 2010
KELAS VI B
1. Dinah Rahmasari
Shalat : 90, Tartil : 68, Jumlah : 158, Nilai : 79
2. Davis Pandu Putra
Shalat : 80 Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
3. Diah Habibah
Shalat : 85, Tartil : 79, Jumlah : 164, Nilai :82
4. Dinar Arianti Mitra
Shalat : 85, Tartil : 85, Jumlah : 170, Nilai :85
5. Excel Bayu Samudra (Kristen : Silahkan tanya guru Agama)
6. Fauzi Indra Ramadhan
Shalat : 75, Tartil : 60, Jumlah : 135, Nilai : 67,5
7. Fatur Rizal Pratama
Shalat : 85, Tartil : 65, Jumlah : 150, Nilai : 75
8. Khudrotul Nisa
Shalat : 85, Tartil : 95, Jumlah : 180, Nilai : 90
9. Mochammad Iqbal
Shalat : 85, Tartil : 87, Jumlah : 172, Nilai : 86
10. Mochammad AbuSoffan
Shalat : 85, Tartil : 65, Jumlah : 150, Nilai : 75
11. Mitha Susilowati
Shalat : 90, Tartil : 83, Jumlah : 173, Nilai : 86,5
12. Melinda Ayu Putri
Shalat : 85, Tartil : 60, Jumlah : 145, Nilai : 72,5
13. Mochammad Alfandi
Shalat : 85, Tartil : 65, Jumlah : 150, Nilai : 75
14. Nadia Putri Krismonita
Shalat : 90, Tartil : 83, Jumlah : 173, Nilai : 86,5
15. Novita Permatasari
Shalat : 90, Tartil : 95, Jumlah : 185, Nilai : 92,5
16. Olivia Kelly Lesmana
Shalat : 85, Tartil : 60, Jumlah : 145, Nilai : 72,5
17. Poppy Savitri
Shalat : 75, Tartil : 0, Jumlah : 75, Nilai : 37,5
18. Quinta Florentia
Shalat : 80, Tartil : 65, Jumlah : 145, Nilai : 72,5
19. Rio Putra Muria
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
20. Ruri Bunga
Shalat : 75, Tartil : 0, Jumlah : 75, Nilai : 37,5
21. Rizky Ageng Nuraini
Shalat : 90, Tartil : 92, Jumlah : 182, Nilai : 91
22. Refinta Dinda Rozaki
Shalat : 85, Tartil : 81, Jumlah : 166, Nilai : 83
23. Siti Aisyah
Shalat : 90, Tartil : 85, Jumlah : 175, Nilai : 87,5
24. Syaiful Febriansyah
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
25. Tamara Aprilia Putri
Shalat : 90, Tartil : 85, Jumlah : 175, Nilai : 87,5
26. Vicky Dendy Alvando
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
27. Wisnu Nandya
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
28. Yason Andronikhus (Kristen : Silahkan tanya guru Agama)
29. Yogi Wahyu Giantoro
Shalat : 75, Tartil : 0, Jumlah : 75, Nilai : 37,5
30. Yunita Dwi Ayu A
Shalat : 85, Tartil : 60, Jumlah : 145, Nilai : 72,5
31. Zakiah Nur Sabilah
Shalat : 80, Tartil : 60, Jumlah : 140, Nilai : 70
32. Zarah Mouditya
Shalat : 85, Tartil : 95, Jumlah : 180, Nilai : 90
33. Clipi Farid Syahputra Brahmanato
Shalat : 80, Tartil : 85, Jumlah : 165, Nilai : 82,5
34. Sista Mutiya Atikanta
Shalat : 85, Tartil : 77, Jumlah : 162, Nilai : 81
35. Cherry Mas aldef alvian
Shalat : 75, Tartil : 60, Jumlah : 135, Nilai : 67,5
36. Fernanda Iriani
Shalat : 85, Tartil : 85, Jumlah : 170, Nilai : 85
37. Wisnu Adji Rido Ramadhiono
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
38. Gabriel Chelline Dion (Kristen : Silahkan tanya guru agama)
39. Christin O (Kriasten : Silahkan tanya guru agama)
40. Mochammad Edo Arianto
Shalat : 80, Tartil : 80, Jumlah : 160, Nilai : 80
41. Sigit Anwaruddin
Shalat : 90, Tartil : 0, Jumlah : 90, Nilai : 45
42. Ira Purtri Amalia Ridwan
Shalat : 90, Tartil : 83, Jumlah : 173, Nilai : 86,5
UJIAN PRAKTEK PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Tgl : 29 Maret 2010
KELAS VI B
1. Dinah Rahmasari
Shalat : 90, Tartil : 68, Jumlah : 158, Nilai : 79
2. Davis Pandu Putra
Shalat : 80 Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
3. Diah Habibah
Shalat : 85, Tartil : 79, Jumlah : 164, Nilai :82
4. Dinar Arianti Mitra
Shalat : 85, Tartil : 85, Jumlah : 170, Nilai :85
5. Excel Bayu Samudra (Kristen : Silahkan tanya guru Agama)
6. Fauzi Indra Ramadhan
Shalat : 75, Tartil : 60, Jumlah : 135, Nilai : 67,5
7. Fatur Rizal Pratama
Shalat : 85, Tartil : 65, Jumlah : 150, Nilai : 75
8. Khudrotul Nisa
Shalat : 85, Tartil : 95, Jumlah : 180, Nilai : 90
9. Mochammad Iqbal
Shalat : 85, Tartil : 87, Jumlah : 172, Nilai : 86
10. Mochammad AbuSoffan
Shalat : 85, Tartil : 65, Jumlah : 150, Nilai : 75
11. Mitha Susilowati
Shalat : 90, Tartil : 83, Jumlah : 173, Nilai : 86,5
12. Melinda Ayu Putri
Shalat : 85, Tartil : 60, Jumlah : 145, Nilai : 72,5
13. Mochammad Alfandi
Shalat : 85, Tartil : 65, Jumlah : 150, Nilai : 75
14. Nadia Putri Krismonita
Shalat : 90, Tartil : 83, Jumlah : 173, Nilai : 86,5
15. Novita Permatasari
Shalat : 90, Tartil : 95, Jumlah : 185, Nilai : 92,5
16. Olivia Kelly Lesmana
Shalat : 85, Tartil : 60, Jumlah : 145, Nilai : 72,5
17. Poppy Savitri
Shalat : 75, Tartil : 0, Jumlah : 75, Nilai : 37,5
18. Quinta Florentia
Shalat : 80, Tartil : 65, Jumlah : 145, Nilai : 72,5
19. Rio Putra Muria
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
20. Ruri Bunga
Shalat : 75, Tartil : 0, Jumlah : 75, Nilai : 37,5
21. Rizky Ageng Nuraini
Shalat : 90, Tartil : 92, Jumlah : 182, Nilai : 91
22. Refinta Dinda Rozaki
Shalat : 85, Tartil : 81, Jumlah : 166, Nilai : 83
23. Siti Aisyah
Shalat : 90, Tartil : 85, Jumlah : 175, Nilai : 87,5
24. Syaiful Febriansyah
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
25. Tamara Aprilia Putri
Shalat : 90, Tartil : 85, Jumlah : 175, Nilai : 87,5
26. Vicky Dendy Alvando
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
27. Wisnu Nandya
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
28. Yason Andronikhus (Kristen : Silahkan tanya guru Agama)
29. Yogi Wahyu Giantoro
Shalat : 75, Tartil : 0, Jumlah : 75, Nilai : 37,5
30. Yunita Dwi Ayu A
Shalat : 85, Tartil : 60, Jumlah : 145, Nilai : 72,5
31. Zakiah Nur Sabilah
Shalat : 80, Tartil : 60, Jumlah : 140, Nilai : 70
32. Zarah Mouditya
Shalat : 85, Tartil : 95, Jumlah : 180, Nilai : 90
33. Clipi Farid Syahputra Brahmanato
Shalat : 80, Tartil : 85, Jumlah : 165, Nilai : 82,5
34. Sista Mutiya Atikanta
Shalat : 85, Tartil : 77, Jumlah : 162, Nilai : 81
35. Cherry Mas aldef alvian
Shalat : 75, Tartil : 60, Jumlah : 135, Nilai : 67,5
36. Fernanda Iriani
Shalat : 85, Tartil : 85, Jumlah : 170, Nilai : 85
37. Wisnu Adji Rido Ramadhiono
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
38. Gabriel Chelline Dion (Kristen : Silahkan tanya guru agama)
39. Christin O (Kriasten : Silahkan tanya guru agama)
40. Mochammad Edo Arianto
Shalat : 80, Tartil : 80, Jumlah : 160, Nilai : 80
41. Sigit Anwaruddin
Shalat : 90, Tartil : 0, Jumlah : 90, Nilai : 45
42. Ira Purtri Amalia Ridwan
Shalat : 90, Tartil : 83, Jumlah : 173, Nilai : 86,5
Daftar Nilai Ujian Praktek Agama Islam Kelas VI A
DAFTAR NILAI
UJIAN PRAKTEK PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Tgl : 29 Maret 2010
KELAS VI A
1. Adhi Rahmantoro
Shalat : 85, Tartil : 75, Jumlah : 160, Nilai : 80
2. Ahmad Zulfikar Amal
Shalat : 80, Tartil : 60, Jumlah : 140, Nilai : 70
3. Alifah Zata Hanani
Shalat : 90, Tartil : 88, Jumlah : 178, Nilai : 89
4. Alma Olivia Juniata
Shalat : 70, Tartil : 74, Jumlah : 144, Nilai : 72
5. Ariesa Editya Pratama
Shalat : 80, Tartil : 60, Jumlah : 140, Nilai : 70
6. Belatus Sa'diyah
Shalat : 93, Tartil : 93, Jumlah : 186, Nilai : 93
7. Erika Nur Wahyu Febriyan
Shalat : 85, Tartil : 65, Jumlah : 150, Nilai : 75
8. Fitria Andriyani
Shalat : 90, Tartil : 90, Jumlah : 180, Nilai : 90
9. Hauly Mega Sakti
Shalat : 90, Tartil : 68, Jumlah : 158, Nilai : 79
10. Hinggis Safira Sari
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
11. Imam Safi'I
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
12. Ivana Saumi Safitri
Shalat : 90, Tartil : 65, Jumlah : 155, Nilai : 77,5
13. Laily Oktavia
Shalat : 85, Tartil : 80, Jumlah : 165, Nilai : 82,5
14. Muhammad Arief Wicaksono
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
15. Muhammad Rifqy Wiyono
Shalat : 90, Tartil : 85, Jumlah : 175, Nilai : 87,5
16. Naufal Nur Mahdy
Shalat : 85, Tartil : 60, Jumlah : 145, Nilai : 72,5
17. Niken Ayu Palupi
Shalat : 85, Tartil : 60, Jumlah : 145, Nilai : 72,5
18. Novia Ayu Saraswati
Shalat : 85, Tartil : 60, Jumlah : 145, Nilai : 72,5
19. Nur Fadilah
Shalat : 85, Tartil : 75, Jumlah : 160, Nilai : 80
20. Rachmalia Kartika Putri
Shalat : 85, Tartil : 85, Jumlah : 170, Nilai : 85
21. Regita Kartika Triandini
Shalat : 85, Tartil : 60, Jumlah : 145, Nilai : 72,5
22. Ryan Pramana Putra
Shalat : 90, Tartil : 70, Jumlah : 160, Nilai : 80
23. Ryan Ilham Fibriansyah
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
24. Sandi Ardiansyah
Shalat : 75, Tartil : 0, Jumlah : 75, Nilai : 37,5
25. Saiful Anwar
Shalat : 0, Tartil : 0 , Jumlah : 0, Nilai : 0
26. Sarah Alfionita
Shalat : 90, Tartil : 60, Jumlah : 150, Nilai : 75
27. Taufiqqorhman
Shalat : 85, Tartil : 70, Jumlah : 155, Nilai : 77,5
28. Tamara Joe Belladona
Shalat : 90, Tartil : 60, Jumlah : 150, Nilai : 75
29. Ulfatud Diana
Shalat : 90, Tartil : 95, Jumlah : 185, Nilai : 92,5
30. Virna Septaningtyas
Shalat : 0, Tartil : 0, Jumlah : 0, Nilai : 0
31. Yusuf Parry Akbar
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
32. Rionaldy Rizal Widyantoro
Shalat : 85, Tartil : 0, Jumlah : 85, Nilai : 42,5
33. Andrisa Kurnia Dwi A
Shalat : 75, Tartil : 0, Jumlah : 75, Nilai : 37,5
34. Abdul Ghofur
Shalat : 90, Tartil : 90, Jumlah : 180, Nilai : 90
35. Auliya Savira
Shalat : 85, Tartil : 85, Jumlah : 170, Nilai : 85
36. Ajeng Pramaiswari
Shalat : 85, Tartil : 85, Jumlah : 170, Nilai : 85
37. Ayesha Badzlina
Shalat : 90, Tartil : 60, Jumlah : 150, Nilai : 75
38. Bilal Safero Putra
Shalat : 90, Tartil : 85, Jumlah : 175, Nilai : 87,5
39. Bagus Antonio Wardhana
Shalat : 90, Tartil : 0, Jumlah : 90, Nilai : 45
40. Brahmantiana Pratama
Shalat : 85, Tartil : 78, Jumlah : 163, Nilai : 81,5
41. Chirra Anluthia
Shalat : 0, Tartil : 0, Jumlah : 0, Nilai : 0
42. Dimas Wahyu Pribadi
Shalat : 90, Tartil : 90, Jumlah : 180, Nilai : 90
UJIAN PRAKTEK PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Tgl : 29 Maret 2010
KELAS VI A
1. Adhi Rahmantoro
Shalat : 85, Tartil : 75, Jumlah : 160, Nilai : 80
2. Ahmad Zulfikar Amal
Shalat : 80, Tartil : 60, Jumlah : 140, Nilai : 70
3. Alifah Zata Hanani
Shalat : 90, Tartil : 88, Jumlah : 178, Nilai : 89
4. Alma Olivia Juniata
Shalat : 70, Tartil : 74, Jumlah : 144, Nilai : 72
5. Ariesa Editya Pratama
Shalat : 80, Tartil : 60, Jumlah : 140, Nilai : 70
6. Belatus Sa'diyah
Shalat : 93, Tartil : 93, Jumlah : 186, Nilai : 93
7. Erika Nur Wahyu Febriyan
Shalat : 85, Tartil : 65, Jumlah : 150, Nilai : 75
8. Fitria Andriyani
Shalat : 90, Tartil : 90, Jumlah : 180, Nilai : 90
9. Hauly Mega Sakti
Shalat : 90, Tartil : 68, Jumlah : 158, Nilai : 79
10. Hinggis Safira Sari
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
11. Imam Safi'I
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
12. Ivana Saumi Safitri
Shalat : 90, Tartil : 65, Jumlah : 155, Nilai : 77,5
13. Laily Oktavia
Shalat : 85, Tartil : 80, Jumlah : 165, Nilai : 82,5
14. Muhammad Arief Wicaksono
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
15. Muhammad Rifqy Wiyono
Shalat : 90, Tartil : 85, Jumlah : 175, Nilai : 87,5
16. Naufal Nur Mahdy
Shalat : 85, Tartil : 60, Jumlah : 145, Nilai : 72,5
17. Niken Ayu Palupi
Shalat : 85, Tartil : 60, Jumlah : 145, Nilai : 72,5
18. Novia Ayu Saraswati
Shalat : 85, Tartil : 60, Jumlah : 145, Nilai : 72,5
19. Nur Fadilah
Shalat : 85, Tartil : 75, Jumlah : 160, Nilai : 80
20. Rachmalia Kartika Putri
Shalat : 85, Tartil : 85, Jumlah : 170, Nilai : 85
21. Regita Kartika Triandini
Shalat : 85, Tartil : 60, Jumlah : 145, Nilai : 72,5
22. Ryan Pramana Putra
Shalat : 90, Tartil : 70, Jumlah : 160, Nilai : 80
23. Ryan Ilham Fibriansyah
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
24. Sandi Ardiansyah
Shalat : 75, Tartil : 0, Jumlah : 75, Nilai : 37,5
25. Saiful Anwar
Shalat : 0, Tartil : 0 , Jumlah : 0, Nilai : 0
26. Sarah Alfionita
Shalat : 90, Tartil : 60, Jumlah : 150, Nilai : 75
27. Taufiqqorhman
Shalat : 85, Tartil : 70, Jumlah : 155, Nilai : 77,5
28. Tamara Joe Belladona
Shalat : 90, Tartil : 60, Jumlah : 150, Nilai : 75
29. Ulfatud Diana
Shalat : 90, Tartil : 95, Jumlah : 185, Nilai : 92,5
30. Virna Septaningtyas
Shalat : 0, Tartil : 0, Jumlah : 0, Nilai : 0
31. Yusuf Parry Akbar
Shalat : 80, Tartil : 0, Jumlah : 80, Nilai : 40
32. Rionaldy Rizal Widyantoro
Shalat : 85, Tartil : 0, Jumlah : 85, Nilai : 42,5
33. Andrisa Kurnia Dwi A
Shalat : 75, Tartil : 0, Jumlah : 75, Nilai : 37,5
34. Abdul Ghofur
Shalat : 90, Tartil : 90, Jumlah : 180, Nilai : 90
35. Auliya Savira
Shalat : 85, Tartil : 85, Jumlah : 170, Nilai : 85
36. Ajeng Pramaiswari
Shalat : 85, Tartil : 85, Jumlah : 170, Nilai : 85
37. Ayesha Badzlina
Shalat : 90, Tartil : 60, Jumlah : 150, Nilai : 75
38. Bilal Safero Putra
Shalat : 90, Tartil : 85, Jumlah : 175, Nilai : 87,5
39. Bagus Antonio Wardhana
Shalat : 90, Tartil : 0, Jumlah : 90, Nilai : 45
40. Brahmantiana Pratama
Shalat : 85, Tartil : 78, Jumlah : 163, Nilai : 81,5
41. Chirra Anluthia
Shalat : 0, Tartil : 0, Jumlah : 0, Nilai : 0
42. Dimas Wahyu Pribadi
Shalat : 90, Tartil : 90, Jumlah : 180, Nilai : 90
Senin, 29 Maret 2010
Buku 60 Sesat Pikir
60 jenis
SESAT PIKIR
Oleh : H. Mundiri
penerbit
ANEKA ILMU SEMARANG
Kata Pengantar
Setiap manusia dibekali oleh Tuhan kemampuan pembawaan untuk membedakan pernyataan yang benar dan yang salah. Tetapi kemampuan ini tidak lagi diandalkan fungsinya manakala menghadapi pernyataan yang kompleks. Lebih dari itu adanya hambatan untuk berfikir lurus menyebabkan manusia tidak dapat melepaskan diri dari kekeliruan.
Menghindari kekeliruan atau sesat pikir (fallacy) menuju kepada pemikiran yang benar sehingga yang benar tidak disalahkan dan yang salah tidak dibenarkan merupakan salah satu tugas yang penting dalam kehidupan ini.
Salah satu upaya dalam menghindari sesat pikir adalah mengetahui bentuk - bentuk sesat pikir itu.
Buku kecil ini memuat 61 macam sesat pikir disajikan bagi mereka yang tidak mempunyai kesempatan mempelajari logika secara serius. Dengan memahami bentuk - bentuk sesat pikir itu diharapkan kekeliruan berpikir dapat dikurangi atau dihindari. Sebenarnya sesat pikir jumlahnya lebih dari yang termuat dalam buku ini, tetapi disini hanya disimpelkan. Semula buku ini merupakan bahan pengantar kuliah logika yang kami berikan di IAIN Walisongo Semarang.
Mengingat adanya saran dari sejumlah sahabat agar masalah ini disajikan untuk umum maka kami susun sajian ini dalam bentuk yang sangat ringkas dan populer sekadar diperlukan sesuai dengan tujuannya. Kepada Penerbit Aneka Ilmu yang bersedia mempublikasikan buku ini penulis ucapkan terima kasih dan kepada para ahli kami mengharap perbaikan demi kesempurnaan buku ini sehingga lebih membawa manfaat bagi pembacanya.
Semoga buku ini ada manfaatnya.
Semarang, Desember 1999
Penulis
Daftar Isi
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
A. PENYEBAB SESAT PIKIR
B. KEKLIRUAN INFORMAL
1. Berlindung pada prinsip umum
2. Mengemukakan Pengertian Paradoks
3. Menggunakan Kata Yang Menjebak
4. Melalaikan Pengertian Implikasinya
5. Mengalihkan Pembicaraan
6. Argumen Yang Berputar
7. Mengartikan kata secara tetap dalam konteks yang berbeda
8. Melupakan Pengertian Yang Lazim Terkait
9. Kekeliruan Karena Alasan Yang Sangat Sederhana
10. Mendasarkan Diri Pada Kekuatan
11. Berganti Dasar
12. Mengundang Pertanyaan
13. Bersandar Pada Otoritas
14. Menyerang Pribadi
15. Kekurangtahuan
16. Menyerang Dengan Argumen Kebiasaan Seseorang
17. Kesalahan Komposisi
18. Mengundang Emosi
19. Menetapkan Aksiden
20. Mengundang Belas Kasihan
21. Menyerang Argumen Dengan Argumen Tandingan
22. Kekeliruan Dalam Hubungan Kausalitas
23. Generalisasi Terburu - buru
24. Generalisasi Sembrono
25. Generalisasi Berprasangka
26. Analogi Tergesa - gesa
27. Analogi Tidak Relevan
28. Analogi Yang Pincang
29. Penjelasan Yang Tidak Relevan
30. Penjelasan Yang Tidak Dapat Dibuktikan Secara Empiris
31. Memandang Rendah Teori
32. Memandang Mutlak Kebenaran Ilmu
C. KEKLIRUAN FORMAL
33. Mengambil Kesimpulan Balik Yang Salah
34. Pembagian Yang Tumpang Tindih
35. Pembagian Dikhotomi
36. Pembagian Yang Tidak Lengkap
37. Mencampuradukkan Pengertian Pertentangan dan
Perlawanan.
38. Definisi Terlalu Luas
39. Definisi Terlalu Sempit
40. Definisi Yang Mengulang
41. Definisi Yang Menggunakan Bentuk Negatif
42. Definisi Yang Membingungkan
43. Kesimpulan Tidak Partikular
44. Term Penengah Keduanya Tidak Tertebar
45. Term Penengah Bermakna Ganda
46. Seharusnya Tidak Ada Kesimpulan
47. Term Pada Kesimpulan Tidak Konsisten Dengan Term
Premisnya
48. Konversi Yang Salah
49. Mengakui Sebab Yang Disebut Terjadi Karena Akibat
Terlaksana
50. Mengakui Akibat Tidak Terjadi Karena Sebab Yang Disebut
Tidak Terjadi
51. Mengakui Kebenaran Alternatif Yang Satu Karena Alternatif
Lain Dipungkiri
52. Kesalahan dalam Divisi
53. Kekeliruan Dalam Arus Hubungan
54. Kekeliruan Dalam Jumlah Hubungan
55. Dilema Yang Keliru
D. KEKELIRUAN SEMANTIK
56. Penggunaan Kata Negatif
57. Menggunakan Kata Yang Bermakna Ganda
58. Penggunaan Term Partikular
59. Penggunaan Term Universal
60. Menggunakan Kata Yang Diartikan Salah
DAFTAR PUSTAKA
A.
PENYEBAB SESAT PIKIR
Menghindari sesat pikir tidaklah mudah karena banyak hambatan dalam menuju pemikiran yang lurus dan jernih. Hambatan - Hambatan itu adalah Purbasangka, Propaganda, Otoriterianisme, Kurangnya Pengetahuan tentang hukum berpikir benar, dan tidak cermat menggunakan kata - kata.
1. PURBASANGKA
Purbasangka yakni putusan yang mengabaikan atau mengecilkan bukti. Manusia pada umumnya sukar mengambil putusan sampai semua bukti yang dibutuhkan terkumpul. Meskipun bukti - bukti telah terkumpul, putusan tetap lebih berorientasi pada kepentingan pribadi. Penyebab purbasangka adalah terburu - buru, terjerat traadisi, larut pada kepentingan pribadi, serta berbaik sangka atau berburuk sangka pada bukti.
2. PROPAGANDA
Propaganda yaitu usaha membentuk opini umum bukan berdasarkan bukti - bukti rasional, tetapi mengundang kekuatan emosi. Akibatnya Putusan yang diambil oleh orang - orang yang larut dalam propaganda bukan putusan logis, tetapi putusan emosional.
3. OTORITERIANISME
Otoriterianisme yaitu mengikuti suatu ajaran doktrin partai atau madzhab agama tanpa penyaringan. Otoriterianisme membawa dampak - dampak negatif, antara lain menghalangi sikap kritis sehingga menghambat pencarian kebenaran dan kemajuan berpikir. Bila tokoh - tokoh dari pemegang otoritas berbeda pandapat, para pengikut Otoritas itu akan bingung.
SESAT PIKIR
Oleh : H. Mundiri
penerbit
ANEKA ILMU SEMARANG
Kata Pengantar
Setiap manusia dibekali oleh Tuhan kemampuan pembawaan untuk membedakan pernyataan yang benar dan yang salah. Tetapi kemampuan ini tidak lagi diandalkan fungsinya manakala menghadapi pernyataan yang kompleks. Lebih dari itu adanya hambatan untuk berfikir lurus menyebabkan manusia tidak dapat melepaskan diri dari kekeliruan.
Menghindari kekeliruan atau sesat pikir (fallacy) menuju kepada pemikiran yang benar sehingga yang benar tidak disalahkan dan yang salah tidak dibenarkan merupakan salah satu tugas yang penting dalam kehidupan ini.
Salah satu upaya dalam menghindari sesat pikir adalah mengetahui bentuk - bentuk sesat pikir itu.
Buku kecil ini memuat 61 macam sesat pikir disajikan bagi mereka yang tidak mempunyai kesempatan mempelajari logika secara serius. Dengan memahami bentuk - bentuk sesat pikir itu diharapkan kekeliruan berpikir dapat dikurangi atau dihindari. Sebenarnya sesat pikir jumlahnya lebih dari yang termuat dalam buku ini, tetapi disini hanya disimpelkan. Semula buku ini merupakan bahan pengantar kuliah logika yang kami berikan di IAIN Walisongo Semarang.
Mengingat adanya saran dari sejumlah sahabat agar masalah ini disajikan untuk umum maka kami susun sajian ini dalam bentuk yang sangat ringkas dan populer sekadar diperlukan sesuai dengan tujuannya. Kepada Penerbit Aneka Ilmu yang bersedia mempublikasikan buku ini penulis ucapkan terima kasih dan kepada para ahli kami mengharap perbaikan demi kesempurnaan buku ini sehingga lebih membawa manfaat bagi pembacanya.
Semoga buku ini ada manfaatnya.
Semarang, Desember 1999
Penulis
Daftar Isi
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
A. PENYEBAB SESAT PIKIR
B. KEKLIRUAN INFORMAL
1. Berlindung pada prinsip umum
2. Mengemukakan Pengertian Paradoks
3. Menggunakan Kata Yang Menjebak
4. Melalaikan Pengertian Implikasinya
5. Mengalihkan Pembicaraan
6. Argumen Yang Berputar
7. Mengartikan kata secara tetap dalam konteks yang berbeda
8. Melupakan Pengertian Yang Lazim Terkait
9. Kekeliruan Karena Alasan Yang Sangat Sederhana
10. Mendasarkan Diri Pada Kekuatan
11. Berganti Dasar
12. Mengundang Pertanyaan
13. Bersandar Pada Otoritas
14. Menyerang Pribadi
15. Kekurangtahuan
16. Menyerang Dengan Argumen Kebiasaan Seseorang
17. Kesalahan Komposisi
18. Mengundang Emosi
19. Menetapkan Aksiden
20. Mengundang Belas Kasihan
21. Menyerang Argumen Dengan Argumen Tandingan
22. Kekeliruan Dalam Hubungan Kausalitas
23. Generalisasi Terburu - buru
24. Generalisasi Sembrono
25. Generalisasi Berprasangka
26. Analogi Tergesa - gesa
27. Analogi Tidak Relevan
28. Analogi Yang Pincang
29. Penjelasan Yang Tidak Relevan
30. Penjelasan Yang Tidak Dapat Dibuktikan Secara Empiris
31. Memandang Rendah Teori
32. Memandang Mutlak Kebenaran Ilmu
C. KEKLIRUAN FORMAL
33. Mengambil Kesimpulan Balik Yang Salah
34. Pembagian Yang Tumpang Tindih
35. Pembagian Dikhotomi
36. Pembagian Yang Tidak Lengkap
37. Mencampuradukkan Pengertian Pertentangan dan
Perlawanan.
38. Definisi Terlalu Luas
39. Definisi Terlalu Sempit
40. Definisi Yang Mengulang
41. Definisi Yang Menggunakan Bentuk Negatif
42. Definisi Yang Membingungkan
43. Kesimpulan Tidak Partikular
44. Term Penengah Keduanya Tidak Tertebar
45. Term Penengah Bermakna Ganda
46. Seharusnya Tidak Ada Kesimpulan
47. Term Pada Kesimpulan Tidak Konsisten Dengan Term
Premisnya
48. Konversi Yang Salah
49. Mengakui Sebab Yang Disebut Terjadi Karena Akibat
Terlaksana
50. Mengakui Akibat Tidak Terjadi Karena Sebab Yang Disebut
Tidak Terjadi
51. Mengakui Kebenaran Alternatif Yang Satu Karena Alternatif
Lain Dipungkiri
52. Kesalahan dalam Divisi
53. Kekeliruan Dalam Arus Hubungan
54. Kekeliruan Dalam Jumlah Hubungan
55. Dilema Yang Keliru
D. KEKELIRUAN SEMANTIK
56. Penggunaan Kata Negatif
57. Menggunakan Kata Yang Bermakna Ganda
58. Penggunaan Term Partikular
59. Penggunaan Term Universal
60. Menggunakan Kata Yang Diartikan Salah
DAFTAR PUSTAKA
A.
PENYEBAB SESAT PIKIR
Menghindari sesat pikir tidaklah mudah karena banyak hambatan dalam menuju pemikiran yang lurus dan jernih. Hambatan - Hambatan itu adalah Purbasangka, Propaganda, Otoriterianisme, Kurangnya Pengetahuan tentang hukum berpikir benar, dan tidak cermat menggunakan kata - kata.
1. PURBASANGKA
Purbasangka yakni putusan yang mengabaikan atau mengecilkan bukti. Manusia pada umumnya sukar mengambil putusan sampai semua bukti yang dibutuhkan terkumpul. Meskipun bukti - bukti telah terkumpul, putusan tetap lebih berorientasi pada kepentingan pribadi. Penyebab purbasangka adalah terburu - buru, terjerat traadisi, larut pada kepentingan pribadi, serta berbaik sangka atau berburuk sangka pada bukti.
2. PROPAGANDA
Propaganda yaitu usaha membentuk opini umum bukan berdasarkan bukti - bukti rasional, tetapi mengundang kekuatan emosi. Akibatnya Putusan yang diambil oleh orang - orang yang larut dalam propaganda bukan putusan logis, tetapi putusan emosional.
3. OTORITERIANISME
Otoriterianisme yaitu mengikuti suatu ajaran doktrin partai atau madzhab agama tanpa penyaringan. Otoriterianisme membawa dampak - dampak negatif, antara lain menghalangi sikap kritis sehingga menghambat pencarian kebenaran dan kemajuan berpikir. Bila tokoh - tokoh dari pemegang otoritas berbeda pandapat, para pengikut Otoritas itu akan bingung.
Kamis, 18 Maret 2010
Pengertian Istigotsah
PAKELIMA
Serba-Serbi - "Istigotsah" -
Beberapa waktu belakangan ini, kita sering mendengar kata istighotsah, dan yang sering ditambahkan dibelakang kata tersebut 'kubro'. Bahkan hari kemarin di Ibu kota negara digelar acara besar yang sebelumnya sempat mengundang kecemasan berbagai pihak. Seringnya kata istighotsah digunakan, menjadikan satu kata ini sangat popular dengan telinga masyarakat kita. Entah tahu makna dan hakekatnya atau tidak.
Fenomena ini menjadi menarik untuk diangkat, untuk mengetahui apa sebenarnya makna dari istighotsah itu sendiri dan bagaimana aturan Islam tentang aktivitas ini.
Istighotsah sendiri apabila diartikan, maka ia bermakna tholabul ghouts atau meminta pertolongan untuk menghilangkan kesempitan, kesulitan yang tengah terjadi. Dengan pengertian ini maka sebenarnya istighotsah termasuk dalam kategori doa, dan ia bersifat lebih khusus dibandingkan dengan doa itu sendiri. Karena doa bisa berupa permohonan kebaikan atau menolak dan menghilangkan kejelekan. Maka istighotsah tergolong dalam bagian yang kedua tersebut.
Ketika istighotsah adalah termasuk ke dalam doa, maka di sana ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Atau dengan kata lain ada adab-adab yang perlu kita lakukan bila beristighotsah. Dr. Ahmad Farid menuliskan beberapa adab ketika kita berdoa kepada Allah Ta'la, diantaranya:
* Bersungguh-sungguh di dalam berdoa, dan berkeyakinan akan dikabulkannya doa tersebut.
* Mengulang-ulang doa. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh ibnu mas'ud
"Adalah rasulullah shallallahu alaihi wa sallam apabila berdoa maka mengulang tiga kali, apabila meminta mengulannya sebanyak tiga kali" (HR. Muslim)
* Tidak tergesa di dalam berdoa, dan tidak mengatakan " saya telah berdoa namun tidak juga dikabulkan" seperti yang diungkapkan dalam hadits Bukhari Muslim
* Memilih waktu yang tepat, yaitu waktu doa mudah dikabulkan seperti sepertiga malam yang terakhir, bulan ramadhan, ketika minum air zam-zam, ketika berbuka puasa, antara adzan dan iqomah dan waktu yang lain seperti yang diterangkan dalam hadits nabawi
* Merendahkan suara antara pelan dan keras serta menunjukkan kebutuhan yang sangat dalam doa tersebut. Seperti firman Allah:
"Janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam berdoa dan janganlah merendahkannya" (QS Al Isra : 110)
"Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut"
(QS maryam : 3)
"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut " (QS Al A'raf : 55)
* Memenuhi adab batin, yaitu bertaubat kepada Allah, menghindari kedzaliman, memenuhi panggilan Allah berupa menjalankan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan.
Itu diantara adab yang semestinya kita penuhi ketika kita berdoa kepada Allah, apakah doa memohon kebaikan maupun meminta dilepaskan dari kesempitan alias istighotsah.
Diambil dari : http://www.al-madina.s5.com/Serbaserbi/Istigotsah.htm
(www.belajarislam.com)
Contoh Bacaan Istigotsah :
Serba-Serbi - "Istigotsah" -
Beberapa waktu belakangan ini, kita sering mendengar kata istighotsah, dan yang sering ditambahkan dibelakang kata tersebut 'kubro'. Bahkan hari kemarin di Ibu kota negara digelar acara besar yang sebelumnya sempat mengundang kecemasan berbagai pihak. Seringnya kata istighotsah digunakan, menjadikan satu kata ini sangat popular dengan telinga masyarakat kita. Entah tahu makna dan hakekatnya atau tidak.
Fenomena ini menjadi menarik untuk diangkat, untuk mengetahui apa sebenarnya makna dari istighotsah itu sendiri dan bagaimana aturan Islam tentang aktivitas ini.
Istighotsah sendiri apabila diartikan, maka ia bermakna tholabul ghouts atau meminta pertolongan untuk menghilangkan kesempitan, kesulitan yang tengah terjadi. Dengan pengertian ini maka sebenarnya istighotsah termasuk dalam kategori doa, dan ia bersifat lebih khusus dibandingkan dengan doa itu sendiri. Karena doa bisa berupa permohonan kebaikan atau menolak dan menghilangkan kejelekan. Maka istighotsah tergolong dalam bagian yang kedua tersebut.
Ketika istighotsah adalah termasuk ke dalam doa, maka di sana ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Atau dengan kata lain ada adab-adab yang perlu kita lakukan bila beristighotsah. Dr. Ahmad Farid menuliskan beberapa adab ketika kita berdoa kepada Allah Ta'la, diantaranya:
* Bersungguh-sungguh di dalam berdoa, dan berkeyakinan akan dikabulkannya doa tersebut.
* Mengulang-ulang doa. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh ibnu mas'ud
"Adalah rasulullah shallallahu alaihi wa sallam apabila berdoa maka mengulang tiga kali, apabila meminta mengulannya sebanyak tiga kali" (HR. Muslim)
* Tidak tergesa di dalam berdoa, dan tidak mengatakan " saya telah berdoa namun tidak juga dikabulkan" seperti yang diungkapkan dalam hadits Bukhari Muslim
* Memilih waktu yang tepat, yaitu waktu doa mudah dikabulkan seperti sepertiga malam yang terakhir, bulan ramadhan, ketika minum air zam-zam, ketika berbuka puasa, antara adzan dan iqomah dan waktu yang lain seperti yang diterangkan dalam hadits nabawi
* Merendahkan suara antara pelan dan keras serta menunjukkan kebutuhan yang sangat dalam doa tersebut. Seperti firman Allah:
"Janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam berdoa dan janganlah merendahkannya" (QS Al Isra : 110)
"Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut"
(QS maryam : 3)
"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut " (QS Al A'raf : 55)
* Memenuhi adab batin, yaitu bertaubat kepada Allah, menghindari kedzaliman, memenuhi panggilan Allah berupa menjalankan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan.
Itu diantara adab yang semestinya kita penuhi ketika kita berdoa kepada Allah, apakah doa memohon kebaikan maupun meminta dilepaskan dari kesempitan alias istighotsah.
Diambil dari : http://www.al-madina.s5.com/Serbaserbi/Istigotsah.htm
(www.belajarislam.com)
Contoh Bacaan Istigotsah :
UJIAN AKHIR SEKOLAH ( UAS ) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
UJIAN AKHIR SEKOLAH ( UAS )
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SDN PACARKELING V/186 SURABAYA
TA : 2009 - 2010
Berilah tanda silang pada jawaban yang paling benar !
1. Nabi Muhammad SAW pertama kali diajak pamannya berdagang ke negeri Syam ketika
beliau berusia ...
a. 10 Tahun
b. 16 Tahun
c. 20 Tahun
d. 25 Tahun
2. Nabi Adam AS telah melanggar larangan Allah SWT untuk tidak memakan buah khuldi,
maka Beliau dihukum ...
a. Diturunkan ke neraka
b. Diturunkan ke bumi
c. Diturunkan ke Planet Mars
d. Diturunkan ke akherat
3. Dibawah ini yang termasuk rukun shalat ialah ...
a. Membaca doa iftitah
b. Membaca surat al Fatihah
c. Membaca surat pendek
d. Membaca doa Qunut
4. Dibawah ini yang tidak membatalkan shalat ialah ...
a. Buang air
b. Keluar angin / kentut
c. Menangis tersedu - sedu
d. Tidur lelap (berbaring)
5. Surat an Nashr ayat 1 jika ditulis latin, maka tulisannya adalah...
a. Idza jaa-a nashrullaahi wal fath
b. Wara aytannaasa yadkhuluuna fii diinillaahi afwaaja
c. Fasabbih bihamdi rabbika wastagfirh
d. Innahu kaana tawwabaa
6. Nabi Ibrahim AS menerima perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putranya
Ismail. Ketika perintah ini disampaikan kepada ismail, maka sikap beliau adalah
...
a. Siap menerima perintah Allah SWT dengan Ikhlas dan Sabar
b. Siap menerima perintah Allah SWT dengan Ragu - ragu
c. Siap menerima perintah Allah SWT dengan penuh penyesalan
d. Siap menerima perintah Allah SWT dengan syarat masuk surga
7. Pada masa Nabi Ibrahim, Raja yang berkuasa dan terkenal sangat
kejam ialah ...
a. Namrud
b. Fir'aun
c. Abraha
d. Suharto
8. Qul yaa ayyuhal Kaafiruun.
Ayat diatas artinya...
a. Saya tidak akan menyembah Tuhan yang kalian sembah
b. Katakan Hi orang - orang kafir
c. Kalian bukan penyembah Tuhan yang aku Sembah
d. Untukmu agamamu dan untukku agamaku
9. Kitab suci Allah ialah Zabur,Taurat, Injil, dan al Quran. Rasul – rasul
penerimanya ialah ...
a. Daud AS, Sulaiman AS, Isa AS, Muhammad SAW
b. Daud AS, Musa AS, Ibrahim AS, Muhammad SAW
c. Ayyub AS, Musa AS, Isa AS, Muhammad SAW
d. Daud AS, Musa AS, Isa AS, Muhammad SAW
10. Berikut adalah nama lain dari al Quran, kecuali ...
a. Adz Dzikro
b. Al Ghafur
c. Al Kitab
d. Asy Syifa
11. Nabi Ayyub AS termasuk salah satu nabi yang paling sabar menerima ujian dari
Allah SWT. Salah satu ujian yang beliau hadapi ialah ...
a. Menderita penyakit kusta selama 5 tahun
b. Menderita penyakit kusta selama 7 tahun
c. Menderita penyakit kusta selama 10 tahun
d. Menderita penyakit kusta selama 15 tahun
12. Nabi Isa AS termasuk salah satu nabi Ulul Azmi, Sifat terpuji dari beliau yang paling menonjol ialah ...
a. Sabar
b. Suka Menghemat
c. Suka membaca al Quran
d. Rajin Shalat
13. Jawaban ketika mendengar Muadzin melafalkan bacaan " Hayya 'alal Falaah " ialah
...
a. Hayya 'alal falaah
b. La haula wala quwwata illa billah
c. Aqamahallahu wa adamaha
d. Shadaqta wabararta
14. " Maka celakalah orang - orang yang Shalat. (yaitu) orang – orang yang lalai
dalam shalatnya". Merupakan arti dari surat al Maun ayat ..
a. 1 dan 2
b. 3 dan 4
c. 4 dan 5
d. 6 dan 7
15. Abu Bakar Ash Shiddiq merupakan Khulafaur Rasyidin yang pertama. Salah satu
rintangan berat yang beliau hadapi ialah ...
a. Memerangi Orang kafir Quraisy
b. Melebarkan kekuasaan Negara Islam
c. Memerangi para nabi palsu
d. Menumpas kaum Murtad
16. Sifat yang sangat terkenal dari Umar bin Khatab sehingga beliau ditakuti
lawan dan disegani lawan ialah ...
a. Berani berkata benar walaupun pahit
b. Berani berkata benar walaupun salah
c. Berani berkata bohong walaupun benar
d. Berani berkata bohong kalau salah
17. Dibawah ini termasuk rukun puasa, kecuali …
a. Niat
b. Tidak makan dan minum sejak fajar sampai magrib
c. Shalat Tarawih
d. Menahan segala nafsu
18. Shalat sunnah yang khusus dilakukan pada bulan Ramadan ialah …
a. Tarawih
b. Witir
c. Lail
d. Tahajjud
19. Berikut adalah nama - nama Paman Nabi yang memusuhi beliau, kecuali ...
a. Abu Jahal
b. Abu Lahab
c. Abu Sofyan
d. Abu Thalib
20. Dibawah ini adalah nama - nama hari akhir, kecuali ...
a. Yaumul Kiamat
b. Yaumul Akhir
c. Yaumul Jaza
d. Yaumuddin
21. Sikap Abu Jahal dalam menentang ajaran Rasulullah ialah ...
a. Mengadu domba umat islam
b. Meneror Pengikut Nabi muhammad
c. Memfitnah Nabi
d. Membakar rumah Nabi muhammad
22. Lailatul Qadri Khairum min alfi sahrin.
Terjemah dari ayat diatas ialah ...
a. Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan
b. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
c. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
d. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril
23. Dibawah ini merupakan amalan - amalan sunnah dibulan ramadlan, kecuali...
a. Tarawih
b. Tadarus
c. Takbiran
d. I'tikaf
24. Pada zaman Khalifah Umar bin Khatab ada seseorang yang mengaku sebagai nabi baru
dan akan memperbaiki ajaran Islam. Orang tersebut bernama...
a. Lia Eden
b. Musailamah al Kadzab
c.Amrozi
d. Raden Sunarto
25.Khalaqal insaana mi 'alaq.
Terjemah dari ayat diatas ialah ...
a. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
b. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
c. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
d. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
26. Berikut adalah tanda - tanda kiamat sughro, kecuali ...
a. Banjir terjadi dimana - mana
b. Tanah Longsor menelan banyak korban
c. Gempa bumi mengubur banyak bangunan dan manusia
d. Datangnya Dajjal dan Turunnya nabi Isa
27. Wahyu terakhir yang diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad ketika
Melakukan haji wada' dipadang Arafah ialah ...
a. Al Maidah ayat 3
b. Al Baqarah ayat 3
c. Al an'am ayat 3
d. An Nisa' ayat 3
28. Waktu yang paling utama untuk mengeluarkan zakat fitrah adalah...
a. Tanggal 1 Ramadlan
b. Tanggal 1Syawal sebelum shalat Idul Fitri
c. Tanggal 1 Syawal sesudah shalat Idul Fitri
d. Tanggal Muharram
29. Dibawah ini yang tidak termasuk hikmah beriman terhadap qadla dan qadar Allah
SWT, ialah ...
a. Melatih syukur dan sabar
b. Giat berusaha tanpa putus asa
c. Tidak sombong jika berhasil
d. Menyalahkan orang lain jika gagal
30. Orang yang berhak menerima zakat disebut ...
a. Mustahik
b. Muzakki
c. Muallaf
d. Amil
31. Harta benda yang sudah mencapai nishob wajib dikeluarkan zakatnya. Zakat untuk
harta benda disebut ...
a. Zakat Fitrah
b. Zakat Maal
c. Amal Jariah
d. Shadaqah
32. Menurut bahasa Qadla berarti ketentuan. Sedangkan menurut istilah Qadla berarti ...
a. Ketetapan Allah SWT sejak zaman Azali
b. Ketetapan Allah SWT yang terjadi didunia
c. Ketetapan Allah SWT yang bisa dirubah
d. Ketetapan Allah SWT yang tidak bisa dirubah
33. Dibawah ini yang bukan termasuk hikmah terjadinya Hijrah ialah ...
a. Terjadinya Ukhuwah Islamiyah antara Muhajirin dan Anshar
b. Nabi Muhammad SAW dan Kaum Muhajirin terbebas dari
penganiayaan kaum kafir
c. Islam berkembang dengan pesat
d. Meningkatkan permusuhan antara orang Islam dengan kaum
Kafir Quraisy
34. Ketika menerima kaum Muhajirin dari Mekkah, kaum Anshar sangat gigih dalam
menolong dan membantu kehidupan mereka.Yang bukan prilaku kaum Anshar terhadap
Muhajirin ialah ...
a. Membagikan harta benda mereka
b. Memberikan tempat tinggal yang layak
c. Memberikan pekerjaan
d. Merasakan iri dan dengki
35. Setelah berhasil hijrah ke Madinah, beliau langsung mendirikan Masjid sebagai simbul perjuangan. Masjid yang beliu bangun bernama ...
a. Masjidil Aqsa
b. Masjid Nabawi
c. Masjidil Haram
d. Masjid
36. Malaikat yang selalu mendampingi manusia dalam setiap detik
kehidupannya ialah ...
a. Rakib dan atid
b. Munkar dan Nakir
c. Malik dan Ridwan
d. Israfil dan Izrail
37. Salah satu bacaan dzikir ialah Astagfirullahal adziim. Bacaan tersebut disebut...
a. Istigotsah
b. Isti'adzah
c. Istikomah
d. Istigfar
38. “Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak”. Merupakan arti Quran Surat
al Lahab ayat …
a. Satu
b. Dua
c. Tiga
d. Empat
39. Dalam mengemban tugasnya nabi Musa AS dikaruniai beberapa mukjizat oleh Allah
SWT. Dibawah ini Yng bukan mukjizat beliau adalah …
a. Tongkat menjadi ular
b. Tongkat bisa membelah lautan
c. Tangan mengeluarkan cahaya
d. Jari – jari tangan mengeliarkan air
40. Dibawah ini adalah amalan – amalan sunnah dalam ibadah puasa ramadlan, kecuali …
a. Menyegerakan berbuka
b. Mengakhirkan makan sahur
c. Menunda buka puasa
d. Berbuka dengan minuman manis
41. Menurut Nabi Muhammad SAW, akibat prilaku dengki seperti …
a. Api memakan sekam
b. Api memakan kayu bakar
c. Api bertemu bensin
d. Api dari neraka jahannam
42. Zakat terbagi menjadi dua yaitu zakat Fitrah dan mal. Hukum Zakat Mal yaitu …
a. Sunnah Muakkad
b. Wajib Kifayah
c. Wajib ‘ain jika mencapai nishob
d. Wajib bagaimanapun keadaannya
43. Sebelum nabi Hijrah, Kota Madinah bernama …
a. Yaman
b. Yarsrib
c. Kufah
d. Makkah
44. “Ketentuan Allah AWT sejak zaman azlali yang tersimpan di lauh mahfudz”, merupakan pengertian dari …
a. Qadla
b. Qadar
c. Takdir Muallaq
d. Takdir Mubram
45. Orang yang wajib mengeluarkan zakat disebut …
a. Mustahik
b. Muzakki
c. Muallaf
d. Muallimin
46. Berikut ini yang bukan termasuk sunnah shalat …
a. Membaca doa iftitah
b. Membaca Surat Al Fatihah
c. Membaca surat pendek
d. Membaca doa Qunut
47. Nama nabi – nabi berikut merupakan Nabi Ulul Azmi, kecuali …
a. Ibrahim AS
b. Musa AS
c. Isa AS
d. Daud
48.Salaamun hiya hatta mathla'il fajr.
Ayat tersebut diatas artinya …
a. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
b. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
c. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin
Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
d. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
49. Dibawah ini merupakan tanda – tanda hari akhir, kecuali …
a. terbitnya matahari dari barat
b. Munculnya Dajjal dan Dabbah
c. Turunnya nabi Isa AS
d. Munculnya jin di segita bermuda
50. Dalam menunjukkan kegigihannya dalam membantu kaum Muhajirin, yang dilakukan kaum Anshar adalah sebagai berikut, kecuali …
a. Membagi harta bendanya
b. Memberikan pekerjaan yang pantas
c. Meberikan pekerjaan yang kasar
d. Memberikan tempat tinggal yang layak
By. Sugeng SB, S.Th.I
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SDN PACARKELING V/186 SURABAYA
TA : 2009 - 2010
Berilah tanda silang pada jawaban yang paling benar !
1. Nabi Muhammad SAW pertama kali diajak pamannya berdagang ke negeri Syam ketika
beliau berusia ...
a. 10 Tahun
b. 16 Tahun
c. 20 Tahun
d. 25 Tahun
2. Nabi Adam AS telah melanggar larangan Allah SWT untuk tidak memakan buah khuldi,
maka Beliau dihukum ...
a. Diturunkan ke neraka
b. Diturunkan ke bumi
c. Diturunkan ke Planet Mars
d. Diturunkan ke akherat
3. Dibawah ini yang termasuk rukun shalat ialah ...
a. Membaca doa iftitah
b. Membaca surat al Fatihah
c. Membaca surat pendek
d. Membaca doa Qunut
4. Dibawah ini yang tidak membatalkan shalat ialah ...
a. Buang air
b. Keluar angin / kentut
c. Menangis tersedu - sedu
d. Tidur lelap (berbaring)
5. Surat an Nashr ayat 1 jika ditulis latin, maka tulisannya adalah...
a. Idza jaa-a nashrullaahi wal fath
b. Wara aytannaasa yadkhuluuna fii diinillaahi afwaaja
c. Fasabbih bihamdi rabbika wastagfirh
d. Innahu kaana tawwabaa
6. Nabi Ibrahim AS menerima perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putranya
Ismail. Ketika perintah ini disampaikan kepada ismail, maka sikap beliau adalah
...
a. Siap menerima perintah Allah SWT dengan Ikhlas dan Sabar
b. Siap menerima perintah Allah SWT dengan Ragu - ragu
c. Siap menerima perintah Allah SWT dengan penuh penyesalan
d. Siap menerima perintah Allah SWT dengan syarat masuk surga
7. Pada masa Nabi Ibrahim, Raja yang berkuasa dan terkenal sangat
kejam ialah ...
a. Namrud
b. Fir'aun
c. Abraha
d. Suharto
8. Qul yaa ayyuhal Kaafiruun.
Ayat diatas artinya...
a. Saya tidak akan menyembah Tuhan yang kalian sembah
b. Katakan Hi orang - orang kafir
c. Kalian bukan penyembah Tuhan yang aku Sembah
d. Untukmu agamamu dan untukku agamaku
9. Kitab suci Allah ialah Zabur,Taurat, Injil, dan al Quran. Rasul – rasul
penerimanya ialah ...
a. Daud AS, Sulaiman AS, Isa AS, Muhammad SAW
b. Daud AS, Musa AS, Ibrahim AS, Muhammad SAW
c. Ayyub AS, Musa AS, Isa AS, Muhammad SAW
d. Daud AS, Musa AS, Isa AS, Muhammad SAW
10. Berikut adalah nama lain dari al Quran, kecuali ...
a. Adz Dzikro
b. Al Ghafur
c. Al Kitab
d. Asy Syifa
11. Nabi Ayyub AS termasuk salah satu nabi yang paling sabar menerima ujian dari
Allah SWT. Salah satu ujian yang beliau hadapi ialah ...
a. Menderita penyakit kusta selama 5 tahun
b. Menderita penyakit kusta selama 7 tahun
c. Menderita penyakit kusta selama 10 tahun
d. Menderita penyakit kusta selama 15 tahun
12. Nabi Isa AS termasuk salah satu nabi Ulul Azmi, Sifat terpuji dari beliau yang paling menonjol ialah ...
a. Sabar
b. Suka Menghemat
c. Suka membaca al Quran
d. Rajin Shalat
13. Jawaban ketika mendengar Muadzin melafalkan bacaan " Hayya 'alal Falaah " ialah
...
a. Hayya 'alal falaah
b. La haula wala quwwata illa billah
c. Aqamahallahu wa adamaha
d. Shadaqta wabararta
14. " Maka celakalah orang - orang yang Shalat. (yaitu) orang – orang yang lalai
dalam shalatnya". Merupakan arti dari surat al Maun ayat ..
a. 1 dan 2
b. 3 dan 4
c. 4 dan 5
d. 6 dan 7
15. Abu Bakar Ash Shiddiq merupakan Khulafaur Rasyidin yang pertama. Salah satu
rintangan berat yang beliau hadapi ialah ...
a. Memerangi Orang kafir Quraisy
b. Melebarkan kekuasaan Negara Islam
c. Memerangi para nabi palsu
d. Menumpas kaum Murtad
16. Sifat yang sangat terkenal dari Umar bin Khatab sehingga beliau ditakuti
lawan dan disegani lawan ialah ...
a. Berani berkata benar walaupun pahit
b. Berani berkata benar walaupun salah
c. Berani berkata bohong walaupun benar
d. Berani berkata bohong kalau salah
17. Dibawah ini termasuk rukun puasa, kecuali …
a. Niat
b. Tidak makan dan minum sejak fajar sampai magrib
c. Shalat Tarawih
d. Menahan segala nafsu
18. Shalat sunnah yang khusus dilakukan pada bulan Ramadan ialah …
a. Tarawih
b. Witir
c. Lail
d. Tahajjud
19. Berikut adalah nama - nama Paman Nabi yang memusuhi beliau, kecuali ...
a. Abu Jahal
b. Abu Lahab
c. Abu Sofyan
d. Abu Thalib
20. Dibawah ini adalah nama - nama hari akhir, kecuali ...
a. Yaumul Kiamat
b. Yaumul Akhir
c. Yaumul Jaza
d. Yaumuddin
21. Sikap Abu Jahal dalam menentang ajaran Rasulullah ialah ...
a. Mengadu domba umat islam
b. Meneror Pengikut Nabi muhammad
c. Memfitnah Nabi
d. Membakar rumah Nabi muhammad
22. Lailatul Qadri Khairum min alfi sahrin.
Terjemah dari ayat diatas ialah ...
a. Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan
b. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
c. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
d. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril
23. Dibawah ini merupakan amalan - amalan sunnah dibulan ramadlan, kecuali...
a. Tarawih
b. Tadarus
c. Takbiran
d. I'tikaf
24. Pada zaman Khalifah Umar bin Khatab ada seseorang yang mengaku sebagai nabi baru
dan akan memperbaiki ajaran Islam. Orang tersebut bernama...
a. Lia Eden
b. Musailamah al Kadzab
c.Amrozi
d. Raden Sunarto
25.Khalaqal insaana mi 'alaq.
Terjemah dari ayat diatas ialah ...
a. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
b. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
c. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
d. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
26. Berikut adalah tanda - tanda kiamat sughro, kecuali ...
a. Banjir terjadi dimana - mana
b. Tanah Longsor menelan banyak korban
c. Gempa bumi mengubur banyak bangunan dan manusia
d. Datangnya Dajjal dan Turunnya nabi Isa
27. Wahyu terakhir yang diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad ketika
Melakukan haji wada' dipadang Arafah ialah ...
a. Al Maidah ayat 3
b. Al Baqarah ayat 3
c. Al an'am ayat 3
d. An Nisa' ayat 3
28. Waktu yang paling utama untuk mengeluarkan zakat fitrah adalah...
a. Tanggal 1 Ramadlan
b. Tanggal 1Syawal sebelum shalat Idul Fitri
c. Tanggal 1 Syawal sesudah shalat Idul Fitri
d. Tanggal Muharram
29. Dibawah ini yang tidak termasuk hikmah beriman terhadap qadla dan qadar Allah
SWT, ialah ...
a. Melatih syukur dan sabar
b. Giat berusaha tanpa putus asa
c. Tidak sombong jika berhasil
d. Menyalahkan orang lain jika gagal
30. Orang yang berhak menerima zakat disebut ...
a. Mustahik
b. Muzakki
c. Muallaf
d. Amil
31. Harta benda yang sudah mencapai nishob wajib dikeluarkan zakatnya. Zakat untuk
harta benda disebut ...
a. Zakat Fitrah
b. Zakat Maal
c. Amal Jariah
d. Shadaqah
32. Menurut bahasa Qadla berarti ketentuan. Sedangkan menurut istilah Qadla berarti ...
a. Ketetapan Allah SWT sejak zaman Azali
b. Ketetapan Allah SWT yang terjadi didunia
c. Ketetapan Allah SWT yang bisa dirubah
d. Ketetapan Allah SWT yang tidak bisa dirubah
33. Dibawah ini yang bukan termasuk hikmah terjadinya Hijrah ialah ...
a. Terjadinya Ukhuwah Islamiyah antara Muhajirin dan Anshar
b. Nabi Muhammad SAW dan Kaum Muhajirin terbebas dari
penganiayaan kaum kafir
c. Islam berkembang dengan pesat
d. Meningkatkan permusuhan antara orang Islam dengan kaum
Kafir Quraisy
34. Ketika menerima kaum Muhajirin dari Mekkah, kaum Anshar sangat gigih dalam
menolong dan membantu kehidupan mereka.Yang bukan prilaku kaum Anshar terhadap
Muhajirin ialah ...
a. Membagikan harta benda mereka
b. Memberikan tempat tinggal yang layak
c. Memberikan pekerjaan
d. Merasakan iri dan dengki
35. Setelah berhasil hijrah ke Madinah, beliau langsung mendirikan Masjid sebagai simbul perjuangan. Masjid yang beliu bangun bernama ...
a. Masjidil Aqsa
b. Masjid Nabawi
c. Masjidil Haram
d. Masjid
36. Malaikat yang selalu mendampingi manusia dalam setiap detik
kehidupannya ialah ...
a. Rakib dan atid
b. Munkar dan Nakir
c. Malik dan Ridwan
d. Israfil dan Izrail
37. Salah satu bacaan dzikir ialah Astagfirullahal adziim. Bacaan tersebut disebut...
a. Istigotsah
b. Isti'adzah
c. Istikomah
d. Istigfar
38. “Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak”. Merupakan arti Quran Surat
al Lahab ayat …
a. Satu
b. Dua
c. Tiga
d. Empat
39. Dalam mengemban tugasnya nabi Musa AS dikaruniai beberapa mukjizat oleh Allah
SWT. Dibawah ini Yng bukan mukjizat beliau adalah …
a. Tongkat menjadi ular
b. Tongkat bisa membelah lautan
c. Tangan mengeluarkan cahaya
d. Jari – jari tangan mengeliarkan air
40. Dibawah ini adalah amalan – amalan sunnah dalam ibadah puasa ramadlan, kecuali …
a. Menyegerakan berbuka
b. Mengakhirkan makan sahur
c. Menunda buka puasa
d. Berbuka dengan minuman manis
41. Menurut Nabi Muhammad SAW, akibat prilaku dengki seperti …
a. Api memakan sekam
b. Api memakan kayu bakar
c. Api bertemu bensin
d. Api dari neraka jahannam
42. Zakat terbagi menjadi dua yaitu zakat Fitrah dan mal. Hukum Zakat Mal yaitu …
a. Sunnah Muakkad
b. Wajib Kifayah
c. Wajib ‘ain jika mencapai nishob
d. Wajib bagaimanapun keadaannya
43. Sebelum nabi Hijrah, Kota Madinah bernama …
a. Yaman
b. Yarsrib
c. Kufah
d. Makkah
44. “Ketentuan Allah AWT sejak zaman azlali yang tersimpan di lauh mahfudz”, merupakan pengertian dari …
a. Qadla
b. Qadar
c. Takdir Muallaq
d. Takdir Mubram
45. Orang yang wajib mengeluarkan zakat disebut …
a. Mustahik
b. Muzakki
c. Muallaf
d. Muallimin
46. Berikut ini yang bukan termasuk sunnah shalat …
a. Membaca doa iftitah
b. Membaca Surat Al Fatihah
c. Membaca surat pendek
d. Membaca doa Qunut
47. Nama nabi – nabi berikut merupakan Nabi Ulul Azmi, kecuali …
a. Ibrahim AS
b. Musa AS
c. Isa AS
d. Daud
48.Salaamun hiya hatta mathla'il fajr.
Ayat tersebut diatas artinya …
a. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
b. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
c. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin
Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
d. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
49. Dibawah ini merupakan tanda – tanda hari akhir, kecuali …
a. terbitnya matahari dari barat
b. Munculnya Dajjal dan Dabbah
c. Turunnya nabi Isa AS
d. Munculnya jin di segita bermuda
50. Dalam menunjukkan kegigihannya dalam membantu kaum Muhajirin, yang dilakukan kaum Anshar adalah sebagai berikut, kecuali …
a. Membagi harta bendanya
b. Memberikan pekerjaan yang pantas
c. Meberikan pekerjaan yang kasar
d. Memberikan tempat tinggal yang layak
By. Sugeng SB, S.Th.I
Senin, 15 Maret 2010
Buat Anak - anakku Sayang
PAKELIMA
Selamat berlibur, tapi tetaplah ingat bahwa UASBN akan segera datang. So...Meskipun Liburan, tetapi harus tetap disempatkan untuk belajar, Ok !
Selamat berlibur, tapi tetaplah ingat bahwa UASBN akan segera datang. So...Meskipun Liburan, tetapi harus tetap disempatkan untuk belajar, Ok !
Rabu, 10 Maret 2010
PRAHARA HARI KIAMAT
PAKELIMA
PRAHARA HARI KIAMAT
Pada saat itu setiap ruh dikembalikan pada jasadnya dan terjadilah kiamat yang Allahtelah beritakan di dalam kitab-Nya dan melalui lisan Rasul-Nya , serta kaum muslimin telah menyepakatinya. Maka manusiapun bangkit dari kuburnya menuju Rabb semesta alam dalam keadaan tidak bersandal, telanjang, dan tidak khitan. Matahari didekatkan, maka keringat menggenangi mereka lalu mereka yakin bahwasanya amalan-amalan mereka akan dihisab.
Selanjutnya Allah mengangkat telaga Rasulullah pada hari yang dahsyat (mahsyar) yang kadarnya hari itu sama dengan lima puluh ribu tahun.
Kemudian lembaran-lembaran amal ditebarkan, ada yang mengambil catatan amalnya dengan tangan kanannya dan ada yang mengambilnya dengan tangan kirinya atau dari belakang punggungnya. Sebagaimana firman-Nya dalam surah Al Haaqqah ayat 19-20:
Artinya : Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, Maka dia berkata: "Ambillah, bacalah kitabku (ini)" [19]. Sesungguhnya aku yakin, bahwa Sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku [20].
Dan juga Allah berfiman:
Artinya : Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, Maka dia berkata: "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini [25]. Dan Aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku [26]. [Q.S Al-Haaqqah: 25-26]
Selanjutnya Allah berfirman dalam surah Al Insyiqaaq ayat 10-11:
Artinya: Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang[10], Maka dia akan berteriak: "Celakalah aku"[11] .
Setelah lembaran-lembaran ditebarkan maka diletakkanlah timbangan untuk menimbang amal-amal setiap hamba. Itulah sebagian dari prahara yang akan terjadi pada hari kiamat. Tiap-tiap Manusia akan Dibangkitkan dari Kuburnya.
Iman dengan hari kebangkitan adalah rukun dari rukun iman yang setiap muslim diwajibkan untuk mengimaninya dan tidak boleh mengingkarinya karena hal ini telah tetap dari Kitabullah (Al-Qur’an) dan As Sunnah (Al-Hadits) yang shohih. Allahberfirman:
Artinya: Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan {4} Pada suatu hari yang besar {5} (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?{6}. [Al-Muthaffifin ayat 4-6]
Dan firman-Nya dalam surah Al-Anbiyaa’ ayat 104 yang artinya:
“Maka disaat itu seluruh manusia akan dibangkitkan dan dikembalikan menuju Rabb mereka secara sempurna sebagaimana asal kelahirannya”.
Sama saja apakah mayat dimakan binatang buas atau hancur diterbangkan angin atau tenggelam di dalam lautan.Dan Allah mengumpulkan kaum lelaki bersama kaum wanita dalam keadaan tidak bersandal, telanjang dan tidak khitan; namun keadaan ketika itu sangat dahsyat dan mengerikan sehingga tidak terbetik sedikitpun di dalam hati mereka untuk saling melihat. Ketika Rasulullahmenggambarkan fenomena ini, maka ‘Aisyah bertanya : “Wahai Rasulullah! Apakah para lelaki dan wanita akan saling melihat?” Rasulullah bersabda:
Artinya: “Urusan disaat itu lebih dahsyat dari pada mementingkan hal itu (di dalam riwayat lain) dari pada sebagian yang lain”.
Di saat itu setiap manusia memiliki urusan yang sangat menyibukkannya, Allah berfirman:
Artinya: Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya {34} Dari ibu dan bapaknya {35} Dari istri dan anak-anaknya {36} Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya {37} [‘Abasa: 34-37]
Maka laki-laki tidak akan memandang pada wanita dan wanita tidak memandang pada laki-laki. Bahkan di saat itu anak lari dari bapaknya dan bapak lari dari anaknya karena takut masing-masing menuntut haknya.
Setelah itu mereka diberi pakaian, dan yang pertama diberi pakaian adalah nabi Ibrahim sebagaimana disebutkan dalam ....:Matahari Didekatkan Dari Manusia. Pada hari kiamat nanti matahari didekatkan pada manusia sejarak satu mil, maka keadaannya sangat panas.
Rasulullahbersabda dalam hadits riwayat Muslim dari shohabat Miqdad bin Aswad dia berkata : “saya mendengar Rasulullahbersabda: “Pada hari kiamat, matahari didekatkan dari seluruh makhluk hingga sejarak satu mil maka manusia berkeringat sesuai dengan kadar amalnya, ada yang keringatnya sampai mata kakinya, ada yang sampai lututnya, ada yang sampai pusatnya, bahkan ada yang ditenggelamkan oleh keringatnya”. Dia (Miqdad) berkata: “Dan Rasulullah mengisyaratkan dengan tangan beliau ke mulutnya”.
Namun ada 7 golongan manusia yang akan mendapatkan naungan dari Allahdisaat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu : imam yang adil, pemuda yang tumbuh di dalam ketaatan kepada Allah , orang yang hatinya senantiasa tergantung pada masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allahyakni mereka bertemu dan berpisah karena Allah , laki-laki yang diajak mesum oleh wanita yang berkedudukan dan cantik namun dia berkata “aku takut kepada Allah”, seorang yang bersedekah lalu dia merahasiakannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan seorang yang mengingat Allahdisaat sunyi hingga air matanya bercucuran. Sebagaimana hal ini tertera dalam hadits riwayat Bukhari dan dalam riwayat Muslim dari shohabat Abu Hurairah .
Menciduk Air Telaga Rasulullah di Mahsyar ?
Telaga Rasulullah letaknya di mahsyar yang luasnya sama dengan perjalanan sebulan, airnya lebih putih dari susu, baunya lebih harum dari misk dan gelas-gelasnya seperti bintang-bintang di langit. Siapa yang meminumnya niscaya tidak akan merasa haus selamanya. Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari shohabat Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash bahwasanya Rasulullah bersabda: “Telagaku perjalanan sebulan (luasnya), airnya lebih putih dari susu, baunya lebih harum dari misk, gelas-gelasnya seperti bintang-bintang di langit, siapa yang meminumnya maka niscaya tidak akan merasakan haus selamanya”
Maka barang siapa yang mati di atas sunnah Rasulullahdan dia tidak merubah serta tidak pula mengadakan perkara-pekara baru dalam agama ini (bid’ah) maka dia akan menciduk air telaga tersebut dan meminumnya. Yang demikian ini merupakan awal kenikmatan yang dirasakan bagi setiap hamba yang meminumnya.
Adapun orang-orang kafir, orang-orang munafiq dan orang-orang yang membuat perkara baru dalam urusan agama ini maka mereka akan tertarik dan tidak dapat mendekat kepada telaga Nabi. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari shohabat Sahl bin Sa’ad As Sa’idi berkata: “Saya mendengar Rasulullahbersabda (yang artinya): “Sesungguhnya saya adalah yang terdepan di antara kalian di atas telaga. Barang siapa yang melewatiku maka dia minum dari telaga tersebut dan barang siapa yang meminumnya, niscaya dia tidak akan haus selama-lamanya. Dan benar-benar telah datang kepadaku beberapa kaum, saya mengenal mereka dan mereka mengenal diriku akan tetapi antara diriku dan mereka berjauhan....”. Rasulullah mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu dari golonganku (dalam riwayat lain) shohabatku! shohabatku! Kemudian dikatakan kepadanya: “Sesungguhnya engkau wahai Muhammad tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan sepeninggalmu. Maka Rasulullahbesabda: “Telah jauh! Telah jauh! Bagi orang-orang yang mengadakan perubahan (dalam urusan agama) sepeninggalku”.
Sebagian ulama menyatakan bahwa “kaum” di sini adalah;
1. Orang-orang yang murtad (keluar dari agama);
2. Orang-orang munafiq;
3. Dan termasuk pula di dalamnya para pelaku maksiat, pelaku dosa-dosa besar dan pelaku-pelaku yang menambah pekara baru dalam urusan agama (bid’ah) yang tidak mengeluarkan pelakunya dari islam (sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Fathul Bari);
4. Mereka adalah shohabat Rasulullah(dan khusus pada poin ini adalah ucapan batil dan sesat dari Syi’ah Rofidhoh).
Al Hisab
Pengertian al hisab adalah penampakan amalan setiap hamba disertai balasan sesuai dengan tingkat amalannya pada hari kiamat. Dalil-dalil tentang adanya hisab terdapat dalam Al Qur’an di antaranya pada surah Al-Insyiqoq ayat 7-8:
Artinya: Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya {7} Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah {8}.
Pada hari kiamat nanti Allah akan menghisab orang mukmin, orang munafiq dan orang kafir.
Adapun hisab bagi orang mukmin ada 2 jenis yaitu:
1. Hisab Al ‘Ardh (penampakan) yakni tatkala Allah menampakkan seluruh amalan-amalan hamba dan hamba tersebut melihat amalannya.
2. Hisab Al Munaaqosyah (debat) yakni ketika Allah mendebat setiap hamba terhadap amalan-amalannya lalu dia melihat dirinya akan binasa dengan amalannya tersebut. Sebagaimana yang terdapat dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah bersabda :”tidak ada seorangpun yang dihisab pada hari kiamat melainkan dia akan binasa”. Maka saya katakan (‘Aisyah): “wahai Rasulullah bukankah Allah telah berfirman (yang artinya): “Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah”. Maka Rasulullah menjawab: “yang demikian itu adalah Al-‘Ardh akan tetapi tidaklah seseorang yang didebat (ditampakkan) hisabnya pada hari kiamat melainkan diadzab”.
Adapun hisab bagi orang kafir dan orang munafiq, maka mereka tidak memiliki kebaikan sedikitpun yang akan ditimbang pada hari kiamat karena amalan-amalan mereka telah gugur dengan kekufurannya maka tidak akan tersisa pada hari kiamat kecuali amalan kejelekan saja. Dan Allah akan memberitakan amalan-amalan mereka pada hari kiamat. Allah berfirman dalam surah Fushshilat ayat 50 yang artinya: “Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka tidak mengerjakan sholat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.
Dan firman-Nya dalam surah Al-Kahfi ayat 103-105 yang artinya:
Katakanlah: "Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" {103} Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. {104} Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, Maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat {105}.
Namun ada dari umat Muhammad yang akan masuk surga tanpa mengalami proses hisab dan tanpa diadzab sebagaimana dalam hadits riwayat Bukhori dan Muslim dari shohabat Ibnu ‘Abbas bahwasanya “Nabi melihat 70 ribu umatnya masuk syurga tanpa dihisab dan tanpa diadzab,mereka adalah orang-orang yang tidak minta diruqyah, tidak berobat dengan cara key (menempelkan besi panas pada bagian urat tubuh tertentu), dan tidak bertathayyur (menyandarkan nasib pada burung), dan mereka bertawakkal pada Robb mereka”.
Dan imam Ahmad meriwayatkan “Bahwasanya setiap orang (dari 70 ribu tersebut) membawa 70 ribu orang”. Maka 70 ribu dikali 70 ribu dan ditambahkan 70 ribu sama dengan 4.900.070.000, mereka itu akan masuk syurga tanpa dihisab dan tanpa diadzab.
Telah diriwayatkan dalam hadits yang shohih di antaranya dalam hadits riwayat Bukhori dan Muslim dari shohabat Ibnu ‘Umar yang menceritakan tentang sifat hisab bagi orang mukmin, orang munafiq dan orang kafir. Rasulullah bersabda: “Allah berduaan dengan orang yang beriman dan membuat ia mengetahui dosa-dosanya, yakni Allah berfirman kepadanya “engkau telah melakukan demikian, dan engkau telah melakukan demikian ...... hingga ia mengetahui dan mengakuinya, kemudian Allahberfirman “Aku telah menutupi dosa-dosamu di dunia dan pada hari ini Aku mengampunimu”. Adapun orang-orang kafir dan munafiq, mereka diseru ditengah-tengah kumpulan manusia: Mereka itulah yang mendustakan Robb mereka, dan ketahuilah bahwa Allah melaknat orang-orang yang dzolim.[H.R Bukhari dan Muslim dari shohabat Ibnu ‘Umar ]
Lembaran-lembaran Amal Ditebarkan
Setelah hisab yang pertama (Al-‘Ardh) maka lembaran-lembaran amal yang berisi catatan amal bani Adam yang dicatat oleh malaikat yang telah ditugaskan akan ditebarkan dan dibuka. Kemudian setelah itu dibacakanlah lembaran-lembaran tersebut dan tidak ada lagi hujjah bagi mereka dan telah terputuslah alasan atas amalan mereka tersebut. Allah berfirman:
Artinya: Dan tiap-tiap manusia itu telah kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. dan kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah Kitab yang dijumpainya terbuka {13}."Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu" {14}. Dan yang dicatat meliputi segala amal baik dan amal buruk, dan yang dicatat dari amal baik mencakup perkara yang telah ia kerjakan, yang ia niatkan, dan perkara yang ia bermaksud mengerjakannya.
Adapun yang berhubungan dengan niat,contohnya terdapat dalam potongan hadits riwayat imam Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah (semoga Allah Ta’ala merahmati mereka) dari shohabat Abu Kabsyah dan Imam Tirmidzi menyatakan derajat hadits tersebut hasan shohih serta syaikh Al-Bany menshohihkannya, yakni tentang kisah seorang yang memiliki harta yang ia infakkan di jalan kebaikan, maka seorang yang miskin berkata : “Seandainya saya punya harta, niscaya saya akan beramal seperti amal orang tersebut”, maka Nabibersabda : “Maka dia sesuai dengan niatnya dan pahala keduanya sama”.
Adapun yang berhubungan dengan maksud untuk beramal terbagi dua:
1. Seorang yang bermaksud untuk mengerjakan suatu kebaikan dan dia telah mengerjakan apa-apa yang dia mampu namun belum sempurna, maka dicatat baginya pahala yang sempurna. Allah berfirman dalam surah An-Nisaa’ ayat 100 yang artinya:
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Hal ini merupakan berita gembira bagi para penuntut ilmu jika niatnya adalah agar ilmunya bisa bermanfaat bagi manusia dan bisa membela sunnah Nabi serta ia bisa menyebarkan agama Allahdengan ilmunya lalu ia mati dalam keadaan menuntut ilmu, maka baginya dicatat pahala sesuai niatnya dan dicatat pula pahala atas apa-apa yang telah ia kerjakan. Rasul bersabda yang artinya: ‘jika seorang hamba sakit atau bersafar, maka dicatat baginya pahala seperti pahala orang yang mukim yang sehat”. [H.R Bukhori dari shohabat Abu Musa Al Asy ‘Ary ]
2. Dia bermaksud untuk beramal namun tidak mengerjakannya padahal ia mampu, baginya dicatat pahala niat yang sempurna.
Berkaitan dengan amal kejelekan, maka yang dicatat meliputi tiga perkara, yaitu: Pertama : Yang telah dikerjakan, maka dicatat baginya kejelekan secara sempurna. Yang bermaksud dikerjakan dan telah diupayakan namun gagal maka dicatat kejelekan secara sempurna pula. Sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya: “jika berhadapan dua orang muslim yang keduanya memegang pedang, maka yang terbunuh dan yang membunuh akan masuk neraka”. Para shohabat bertanya, “wahai Rasulullah! Bagaimana dengan yang terbunuh?”. Rasulullahbersabda “karena ia telah bermaksud membunuh temannya”.[H.R Bukhari dan Muslim dari shohabat Abu Bakrah ].
Kedua : Yang telah diniatkan dan diangan-angankan untuk dikerjakan, maka niat jeleknya tersebut akan dicatat, sebagaimana sabda Rasul yang di dalammya memberitakan tentang seseorang yang diberi harta oleh Allah lalu ia gunakan semaunya tanpa mengikuti petunjuk Allahkemudian seorang miskin berkata: “Seandainya saya memiliki harta, maka saya akan gunakan seperti orang tersebut”. Maka Nabibersabda yang artinya “Dia sesuai dengan niatnya dan dosa keduanya sama”.
[H.R Bukhari dan Muslim dari shohabat Abu Hurairah ]
Ketiga, Jika seseorang bermaksud untuk melakukan amalan kekejian namun dia tidak jadi melakukannya, maka hal ini terbagi menjadi tiga keadaan:
Jika ia meninggalkannya karena tidak mampu melakukan namun ia sudah mengusahakannya, maka ia dianggap seperti orang yang telah melakukannya.
Jika ia meninggalkannya karena dorongan rasa takut kepada Allah maka ia berpahala.
Jika ia meninggalkannya karena jiwanya merasa bosan atau jenuh dari melakukan amal kejelekan, maka ia tidak berdosa dan tidak berpahala.
Timbangan Diletakkan
Dan Allah meletakkan timbangan untuk menimbang amal-amal setiap hamba. Allahberfirman dalam surah Al-Mu’minun ayat 102-103:
Artinya: Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, Maka mereka Itulah orang-orang yang dapat keberuntungan {102}. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka jahannam {103}.
Telah datang dari sunnah (hadits) Rasulullah bahwa timbangan memiliki dua anak timbangan. Sebagaimana Firman Allahdalam surah Al-Anbiya’ ayat 47 yang artinya: “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan”.
Amalan kejelekan diletakkan pada salah satu anak timbangan dan pada salah satunya untuk amal kebaikan, maka barang siapa yang amal kebaikannya lebih berat maka dia beruntung dan masuk surga. Dan barang siapa yang amal kejelekannya lebih berat maka dia akan sengsara sesuai dengan ancaman dari Allah.
Adapun perkara yang ditimbang ada tiga hal yaitu sebagai berikut:
1. Jasad manusia itu sendiri sebagaimana riwayat haditsnya dijelaskan dalam Musnad Imam Ahmad yaitu: tatkala para shohabat tertawa dari kecilnya kedua betis Abdullah Ibnu Mas’ud , maka
Rasulullah bersabda: “Apakah kalian tertawa dari kedua betisnya? Demi jiwaku yang berada di tangan Allah, kedua betis Abdullah Ibnu Mas’ud lebih berat di mizan (timbangan) pada hari kiamat dari gunung uhud”.
2. Amalan itu sendiri (telah lewat penjelasannya).
3. Suhuf-suhuf (lembaran-lembaran) amalan.
Maroji’ (Kitab Rujukan):
1. Syarah Aqidah Washithyyah oleh Samahatusy Syaikh Muhammad Bin Sholeh Al-Utsaimin dan Samahatusy Syaikh Sholeh Fauzan Al Fauzan (dengan sedikit perubahan).
2. Aqidah Thohawiyah oleh Syaikh Sholeh Alu Syaikh
3. Fathul Bari oleh Al Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani
PRAHARA HARI KIAMAT
Pada saat itu setiap ruh dikembalikan pada jasadnya dan terjadilah kiamat yang Allahtelah beritakan di dalam kitab-Nya dan melalui lisan Rasul-Nya , serta kaum muslimin telah menyepakatinya. Maka manusiapun bangkit dari kuburnya menuju Rabb semesta alam dalam keadaan tidak bersandal, telanjang, dan tidak khitan. Matahari didekatkan, maka keringat menggenangi mereka lalu mereka yakin bahwasanya amalan-amalan mereka akan dihisab.
Selanjutnya Allah mengangkat telaga Rasulullah pada hari yang dahsyat (mahsyar) yang kadarnya hari itu sama dengan lima puluh ribu tahun.
Kemudian lembaran-lembaran amal ditebarkan, ada yang mengambil catatan amalnya dengan tangan kanannya dan ada yang mengambilnya dengan tangan kirinya atau dari belakang punggungnya. Sebagaimana firman-Nya dalam surah Al Haaqqah ayat 19-20:
Artinya : Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, Maka dia berkata: "Ambillah, bacalah kitabku (ini)" [19]. Sesungguhnya aku yakin, bahwa Sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku [20].
Dan juga Allah berfiman:
Artinya : Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, Maka dia berkata: "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini [25]. Dan Aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku [26]. [Q.S Al-Haaqqah: 25-26]
Selanjutnya Allah berfirman dalam surah Al Insyiqaaq ayat 10-11:
Artinya: Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang[10], Maka dia akan berteriak: "Celakalah aku"[11] .
Setelah lembaran-lembaran ditebarkan maka diletakkanlah timbangan untuk menimbang amal-amal setiap hamba. Itulah sebagian dari prahara yang akan terjadi pada hari kiamat. Tiap-tiap Manusia akan Dibangkitkan dari Kuburnya.
Iman dengan hari kebangkitan adalah rukun dari rukun iman yang setiap muslim diwajibkan untuk mengimaninya dan tidak boleh mengingkarinya karena hal ini telah tetap dari Kitabullah (Al-Qur’an) dan As Sunnah (Al-Hadits) yang shohih. Allahberfirman:
Artinya: Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan {4} Pada suatu hari yang besar {5} (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?{6}. [Al-Muthaffifin ayat 4-6]
Dan firman-Nya dalam surah Al-Anbiyaa’ ayat 104 yang artinya:
“Maka disaat itu seluruh manusia akan dibangkitkan dan dikembalikan menuju Rabb mereka secara sempurna sebagaimana asal kelahirannya”.
Sama saja apakah mayat dimakan binatang buas atau hancur diterbangkan angin atau tenggelam di dalam lautan.Dan Allah mengumpulkan kaum lelaki bersama kaum wanita dalam keadaan tidak bersandal, telanjang dan tidak khitan; namun keadaan ketika itu sangat dahsyat dan mengerikan sehingga tidak terbetik sedikitpun di dalam hati mereka untuk saling melihat. Ketika Rasulullahmenggambarkan fenomena ini, maka ‘Aisyah bertanya : “Wahai Rasulullah! Apakah para lelaki dan wanita akan saling melihat?” Rasulullah bersabda:
Artinya: “Urusan disaat itu lebih dahsyat dari pada mementingkan hal itu (di dalam riwayat lain) dari pada sebagian yang lain”.
Di saat itu setiap manusia memiliki urusan yang sangat menyibukkannya, Allah berfirman:
Artinya: Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya {34} Dari ibu dan bapaknya {35} Dari istri dan anak-anaknya {36} Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya {37} [‘Abasa: 34-37]
Maka laki-laki tidak akan memandang pada wanita dan wanita tidak memandang pada laki-laki. Bahkan di saat itu anak lari dari bapaknya dan bapak lari dari anaknya karena takut masing-masing menuntut haknya.
Setelah itu mereka diberi pakaian, dan yang pertama diberi pakaian adalah nabi Ibrahim sebagaimana disebutkan dalam ....:Matahari Didekatkan Dari Manusia. Pada hari kiamat nanti matahari didekatkan pada manusia sejarak satu mil, maka keadaannya sangat panas.
Rasulullahbersabda dalam hadits riwayat Muslim dari shohabat Miqdad bin Aswad dia berkata : “saya mendengar Rasulullahbersabda: “Pada hari kiamat, matahari didekatkan dari seluruh makhluk hingga sejarak satu mil maka manusia berkeringat sesuai dengan kadar amalnya, ada yang keringatnya sampai mata kakinya, ada yang sampai lututnya, ada yang sampai pusatnya, bahkan ada yang ditenggelamkan oleh keringatnya”. Dia (Miqdad) berkata: “Dan Rasulullah mengisyaratkan dengan tangan beliau ke mulutnya”.
Namun ada 7 golongan manusia yang akan mendapatkan naungan dari Allahdisaat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu : imam yang adil, pemuda yang tumbuh di dalam ketaatan kepada Allah , orang yang hatinya senantiasa tergantung pada masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allahyakni mereka bertemu dan berpisah karena Allah , laki-laki yang diajak mesum oleh wanita yang berkedudukan dan cantik namun dia berkata “aku takut kepada Allah”, seorang yang bersedekah lalu dia merahasiakannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan seorang yang mengingat Allahdisaat sunyi hingga air matanya bercucuran. Sebagaimana hal ini tertera dalam hadits riwayat Bukhari dan dalam riwayat Muslim dari shohabat Abu Hurairah .
Menciduk Air Telaga Rasulullah di Mahsyar ?
Telaga Rasulullah letaknya di mahsyar yang luasnya sama dengan perjalanan sebulan, airnya lebih putih dari susu, baunya lebih harum dari misk dan gelas-gelasnya seperti bintang-bintang di langit. Siapa yang meminumnya niscaya tidak akan merasa haus selamanya. Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari shohabat Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash bahwasanya Rasulullah bersabda: “Telagaku perjalanan sebulan (luasnya), airnya lebih putih dari susu, baunya lebih harum dari misk, gelas-gelasnya seperti bintang-bintang di langit, siapa yang meminumnya maka niscaya tidak akan merasakan haus selamanya”
Maka barang siapa yang mati di atas sunnah Rasulullahdan dia tidak merubah serta tidak pula mengadakan perkara-pekara baru dalam agama ini (bid’ah) maka dia akan menciduk air telaga tersebut dan meminumnya. Yang demikian ini merupakan awal kenikmatan yang dirasakan bagi setiap hamba yang meminumnya.
Adapun orang-orang kafir, orang-orang munafiq dan orang-orang yang membuat perkara baru dalam urusan agama ini maka mereka akan tertarik dan tidak dapat mendekat kepada telaga Nabi. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari shohabat Sahl bin Sa’ad As Sa’idi berkata: “Saya mendengar Rasulullahbersabda (yang artinya): “Sesungguhnya saya adalah yang terdepan di antara kalian di atas telaga. Barang siapa yang melewatiku maka dia minum dari telaga tersebut dan barang siapa yang meminumnya, niscaya dia tidak akan haus selama-lamanya. Dan benar-benar telah datang kepadaku beberapa kaum, saya mengenal mereka dan mereka mengenal diriku akan tetapi antara diriku dan mereka berjauhan....”. Rasulullah mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu dari golonganku (dalam riwayat lain) shohabatku! shohabatku! Kemudian dikatakan kepadanya: “Sesungguhnya engkau wahai Muhammad tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan sepeninggalmu. Maka Rasulullahbesabda: “Telah jauh! Telah jauh! Bagi orang-orang yang mengadakan perubahan (dalam urusan agama) sepeninggalku”.
Sebagian ulama menyatakan bahwa “kaum” di sini adalah;
1. Orang-orang yang murtad (keluar dari agama);
2. Orang-orang munafiq;
3. Dan termasuk pula di dalamnya para pelaku maksiat, pelaku dosa-dosa besar dan pelaku-pelaku yang menambah pekara baru dalam urusan agama (bid’ah) yang tidak mengeluarkan pelakunya dari islam (sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Fathul Bari);
4. Mereka adalah shohabat Rasulullah(dan khusus pada poin ini adalah ucapan batil dan sesat dari Syi’ah Rofidhoh).
Al Hisab
Pengertian al hisab adalah penampakan amalan setiap hamba disertai balasan sesuai dengan tingkat amalannya pada hari kiamat. Dalil-dalil tentang adanya hisab terdapat dalam Al Qur’an di antaranya pada surah Al-Insyiqoq ayat 7-8:
Artinya: Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya {7} Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah {8}.
Pada hari kiamat nanti Allah akan menghisab orang mukmin, orang munafiq dan orang kafir.
Adapun hisab bagi orang mukmin ada 2 jenis yaitu:
1. Hisab Al ‘Ardh (penampakan) yakni tatkala Allah menampakkan seluruh amalan-amalan hamba dan hamba tersebut melihat amalannya.
2. Hisab Al Munaaqosyah (debat) yakni ketika Allah mendebat setiap hamba terhadap amalan-amalannya lalu dia melihat dirinya akan binasa dengan amalannya tersebut. Sebagaimana yang terdapat dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah bersabda :”tidak ada seorangpun yang dihisab pada hari kiamat melainkan dia akan binasa”. Maka saya katakan (‘Aisyah): “wahai Rasulullah bukankah Allah telah berfirman (yang artinya): “Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah”. Maka Rasulullah menjawab: “yang demikian itu adalah Al-‘Ardh akan tetapi tidaklah seseorang yang didebat (ditampakkan) hisabnya pada hari kiamat melainkan diadzab”.
Adapun hisab bagi orang kafir dan orang munafiq, maka mereka tidak memiliki kebaikan sedikitpun yang akan ditimbang pada hari kiamat karena amalan-amalan mereka telah gugur dengan kekufurannya maka tidak akan tersisa pada hari kiamat kecuali amalan kejelekan saja. Dan Allah akan memberitakan amalan-amalan mereka pada hari kiamat. Allah berfirman dalam surah Fushshilat ayat 50 yang artinya: “Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka tidak mengerjakan sholat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.
Dan firman-Nya dalam surah Al-Kahfi ayat 103-105 yang artinya:
Katakanlah: "Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" {103} Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. {104} Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, Maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat {105}.
Namun ada dari umat Muhammad yang akan masuk surga tanpa mengalami proses hisab dan tanpa diadzab sebagaimana dalam hadits riwayat Bukhori dan Muslim dari shohabat Ibnu ‘Abbas bahwasanya “Nabi melihat 70 ribu umatnya masuk syurga tanpa dihisab dan tanpa diadzab,mereka adalah orang-orang yang tidak minta diruqyah, tidak berobat dengan cara key (menempelkan besi panas pada bagian urat tubuh tertentu), dan tidak bertathayyur (menyandarkan nasib pada burung), dan mereka bertawakkal pada Robb mereka”.
Dan imam Ahmad meriwayatkan “Bahwasanya setiap orang (dari 70 ribu tersebut) membawa 70 ribu orang”. Maka 70 ribu dikali 70 ribu dan ditambahkan 70 ribu sama dengan 4.900.070.000, mereka itu akan masuk syurga tanpa dihisab dan tanpa diadzab.
Telah diriwayatkan dalam hadits yang shohih di antaranya dalam hadits riwayat Bukhori dan Muslim dari shohabat Ibnu ‘Umar yang menceritakan tentang sifat hisab bagi orang mukmin, orang munafiq dan orang kafir. Rasulullah bersabda: “Allah berduaan dengan orang yang beriman dan membuat ia mengetahui dosa-dosanya, yakni Allah berfirman kepadanya “engkau telah melakukan demikian, dan engkau telah melakukan demikian ...... hingga ia mengetahui dan mengakuinya, kemudian Allahberfirman “Aku telah menutupi dosa-dosamu di dunia dan pada hari ini Aku mengampunimu”. Adapun orang-orang kafir dan munafiq, mereka diseru ditengah-tengah kumpulan manusia: Mereka itulah yang mendustakan Robb mereka, dan ketahuilah bahwa Allah melaknat orang-orang yang dzolim.[H.R Bukhari dan Muslim dari shohabat Ibnu ‘Umar ]
Lembaran-lembaran Amal Ditebarkan
Setelah hisab yang pertama (Al-‘Ardh) maka lembaran-lembaran amal yang berisi catatan amal bani Adam yang dicatat oleh malaikat yang telah ditugaskan akan ditebarkan dan dibuka. Kemudian setelah itu dibacakanlah lembaran-lembaran tersebut dan tidak ada lagi hujjah bagi mereka dan telah terputuslah alasan atas amalan mereka tersebut. Allah berfirman:
Artinya: Dan tiap-tiap manusia itu telah kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. dan kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah Kitab yang dijumpainya terbuka {13}."Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu" {14}. Dan yang dicatat meliputi segala amal baik dan amal buruk, dan yang dicatat dari amal baik mencakup perkara yang telah ia kerjakan, yang ia niatkan, dan perkara yang ia bermaksud mengerjakannya.
Adapun yang berhubungan dengan niat,contohnya terdapat dalam potongan hadits riwayat imam Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah (semoga Allah Ta’ala merahmati mereka) dari shohabat Abu Kabsyah dan Imam Tirmidzi menyatakan derajat hadits tersebut hasan shohih serta syaikh Al-Bany menshohihkannya, yakni tentang kisah seorang yang memiliki harta yang ia infakkan di jalan kebaikan, maka seorang yang miskin berkata : “Seandainya saya punya harta, niscaya saya akan beramal seperti amal orang tersebut”, maka Nabibersabda : “Maka dia sesuai dengan niatnya dan pahala keduanya sama”.
Adapun yang berhubungan dengan maksud untuk beramal terbagi dua:
1. Seorang yang bermaksud untuk mengerjakan suatu kebaikan dan dia telah mengerjakan apa-apa yang dia mampu namun belum sempurna, maka dicatat baginya pahala yang sempurna. Allah berfirman dalam surah An-Nisaa’ ayat 100 yang artinya:
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Hal ini merupakan berita gembira bagi para penuntut ilmu jika niatnya adalah agar ilmunya bisa bermanfaat bagi manusia dan bisa membela sunnah Nabi serta ia bisa menyebarkan agama Allahdengan ilmunya lalu ia mati dalam keadaan menuntut ilmu, maka baginya dicatat pahala sesuai niatnya dan dicatat pula pahala atas apa-apa yang telah ia kerjakan. Rasul bersabda yang artinya: ‘jika seorang hamba sakit atau bersafar, maka dicatat baginya pahala seperti pahala orang yang mukim yang sehat”. [H.R Bukhori dari shohabat Abu Musa Al Asy ‘Ary ]
2. Dia bermaksud untuk beramal namun tidak mengerjakannya padahal ia mampu, baginya dicatat pahala niat yang sempurna.
Berkaitan dengan amal kejelekan, maka yang dicatat meliputi tiga perkara, yaitu: Pertama : Yang telah dikerjakan, maka dicatat baginya kejelekan secara sempurna. Yang bermaksud dikerjakan dan telah diupayakan namun gagal maka dicatat kejelekan secara sempurna pula. Sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya: “jika berhadapan dua orang muslim yang keduanya memegang pedang, maka yang terbunuh dan yang membunuh akan masuk neraka”. Para shohabat bertanya, “wahai Rasulullah! Bagaimana dengan yang terbunuh?”. Rasulullahbersabda “karena ia telah bermaksud membunuh temannya”.[H.R Bukhari dan Muslim dari shohabat Abu Bakrah ].
Kedua : Yang telah diniatkan dan diangan-angankan untuk dikerjakan, maka niat jeleknya tersebut akan dicatat, sebagaimana sabda Rasul yang di dalammya memberitakan tentang seseorang yang diberi harta oleh Allah lalu ia gunakan semaunya tanpa mengikuti petunjuk Allahkemudian seorang miskin berkata: “Seandainya saya memiliki harta, maka saya akan gunakan seperti orang tersebut”. Maka Nabibersabda yang artinya “Dia sesuai dengan niatnya dan dosa keduanya sama”.
[H.R Bukhari dan Muslim dari shohabat Abu Hurairah ]
Ketiga, Jika seseorang bermaksud untuk melakukan amalan kekejian namun dia tidak jadi melakukannya, maka hal ini terbagi menjadi tiga keadaan:
Jika ia meninggalkannya karena tidak mampu melakukan namun ia sudah mengusahakannya, maka ia dianggap seperti orang yang telah melakukannya.
Jika ia meninggalkannya karena dorongan rasa takut kepada Allah maka ia berpahala.
Jika ia meninggalkannya karena jiwanya merasa bosan atau jenuh dari melakukan amal kejelekan, maka ia tidak berdosa dan tidak berpahala.
Timbangan Diletakkan
Dan Allah meletakkan timbangan untuk menimbang amal-amal setiap hamba. Allahberfirman dalam surah Al-Mu’minun ayat 102-103:
Artinya: Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, Maka mereka Itulah orang-orang yang dapat keberuntungan {102}. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka jahannam {103}.
Telah datang dari sunnah (hadits) Rasulullah bahwa timbangan memiliki dua anak timbangan. Sebagaimana Firman Allahdalam surah Al-Anbiya’ ayat 47 yang artinya: “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan”.
Amalan kejelekan diletakkan pada salah satu anak timbangan dan pada salah satunya untuk amal kebaikan, maka barang siapa yang amal kebaikannya lebih berat maka dia beruntung dan masuk surga. Dan barang siapa yang amal kejelekannya lebih berat maka dia akan sengsara sesuai dengan ancaman dari Allah.
Adapun perkara yang ditimbang ada tiga hal yaitu sebagai berikut:
1. Jasad manusia itu sendiri sebagaimana riwayat haditsnya dijelaskan dalam Musnad Imam Ahmad yaitu: tatkala para shohabat tertawa dari kecilnya kedua betis Abdullah Ibnu Mas’ud , maka
Rasulullah bersabda: “Apakah kalian tertawa dari kedua betisnya? Demi jiwaku yang berada di tangan Allah, kedua betis Abdullah Ibnu Mas’ud lebih berat di mizan (timbangan) pada hari kiamat dari gunung uhud”.
2. Amalan itu sendiri (telah lewat penjelasannya).
3. Suhuf-suhuf (lembaran-lembaran) amalan.
Maroji’ (Kitab Rujukan):
1. Syarah Aqidah Washithyyah oleh Samahatusy Syaikh Muhammad Bin Sholeh Al-Utsaimin dan Samahatusy Syaikh Sholeh Fauzan Al Fauzan (dengan sedikit perubahan).
2. Aqidah Thohawiyah oleh Syaikh Sholeh Alu Syaikh
3. Fathul Bari oleh Al Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani
BENTUK-BENTUK BERBAKTI KEPADA ORANG TUA
PAKELIMA
BENTUK-BENTUK BERBAKTI KEPADA ORANG TUA
Oleh Muhammad abu Fawwaz Fathullah
Bentuk-Bentuk Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua Adalah :
Pertama. Bergaul dengan keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam disebutkan bahwa memberikan kegembiraan kepada seorang mu'min termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau memberikan kegembiraan kepada kedua orang tua kita.
Dalam nasihat perkawinan dikatakan agar suami senantiasa berbuat baik kepada istri, maka kepada kedua orang tua harus lebih dari kepada istri. Karena dia yang melahirkan, mengasuh, mendidik dan banyak jasa lainnya kepada kita.
Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa ketika seseorang meminta izin untuk berjihad (dalam hal ini fardhu kifayah kecuali waktu diserang musuh maka fardhu 'ain) dengan meninggalkan orang tuanya dalam keadaan menangis, maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, "Kembali dan buatlah keduanya tertawa seperti
engkau telah membuat keduanya menangis" [Hadits Riwayat Abu Dawud dan Nasa'i] Dalam riwayat lain dikatakan : "Berbaktilah kepada kedua orang tuamu" [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]
Kedua. Yaitu berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut. Hendaknya dibedakan berbicara dengan kedua orang tua dan berbicara dengan anak, teman atau dengan yang lain. Berbicara dengan perkataan yang mulia kepada kedua orang tua, tidak boleh mengucapkan 'ah' apalagi mencemooh dan mencaci maki atau melaknat keduanya karena ini merupakan dosa besar dan bentuk kedurhakaan kepada orang tua. Jika hal ini sampai terjadi, wal iya 'udzubillah.
Kita tidak boleh berkata kasar kepada orang tua kita, meskipun keduanya berbuat jahat kepada kita. Atau ada hak kita yang ditahan oleh orang tua atau orang tua memukul kita atau keduanya belum memenuhi apa yang kita minta (misalnya biaya sekolah) walaupun mereka memiliki, kita tetap tidak boleh durhaka kepada keduanya.
Ketiga. Tawadlu (rendah diri). Tidak boleh kibir (sombong) apabila sudah meraih sukses atau mempunyai jabatan di dunia, karena sewaktu lahir kita berada dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan. Kedua orang tualah yang menolong dengan memberi makan, minum, pakaian dan semuanya.
Seandainya kita diperintahkan untuk melakukan pekerjaan yang kita anggap ringan dan merendahkan kita yang mungkin tidak sesuai dengan kesuksesan atau jabatan kita dan bukan sesuatu yang haram, wajib bagi kita untuk tetap taat kepada keduanya. Lakukan dengan senang hati karena hal tersebut tidak akan menurunkan derajat kita, karena yang menyuruh adalah orang tua kita sendiri.
Hal itu merupakan kesempatan bagi kita untuk berbuat baik selagi keduanya masih hidup.
Keempat. Yaitu memberikan infak (shadaqah) kepada kedua orang tua. Semua harta kita adalah milik orang tua. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala surat Al-Baqarah ayat 215.
"Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah, "Harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapakmu, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu perbuat sesungguhnya Allah maha mengetahui"
Jika seseorang sudah berkecukupan dalam hal harta hendaklah ia menafkahkannya yang pertama adalah kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tua memiliki hak tersebut sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam surat Al-Baqarah di atas. Kemudian kaum kerabat, anak yatim dan orang-orang yang dalam perjalanan. Berbuat baik yang pertama adalah kepada ibu kemudian bapak dan yang lain, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berikut.
"Artinya : Hendaklah kamu berbuat baik kepada ibumu kemudian ibumu sekali lagi
ibumu kemudian bapakmu kemudian orang yang terdekat dan yang terdekat"
[Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 3, Abu Dawud No. 5139 dan Tirmidzi 1897, Hakim 3/642 dan 4/150 dari Mu'awiyah bin Haidah, Ahmad 5/3,5 dan
berkata Tirmidzi, "Hadits Hasan"]
Sebagian orang yang telah menikah tidak menafkahkan hartanya lagi kepada orang tuanya karena takut kepada istrinya, hal ini tidak dibenarkan. Yang mengatur harta adalah suami sebagaimana disebutkan bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Harus dijelaskan kepada istri bahwa kewajiban yang utama bagi anak laki-laki adalah berbakti kepada ibunya (kedua orangtuanya) setelah Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan kewajiban yang utama bagi wanita yang telah bersuami setelah kepada Allah dan Rasul-Nya adalah kepada suaminya. Ketaatan kepada suami akan membawanya ke surga. Namun demikian suami hendaknya tetap memberi kesempatan atau ijin agar istrinya dapat berinfaq dan berbuat baik lainnya kepada kedua orang tuanya.
Kelima. Mendo'akan orang tua. Sebagaimana dalam ayat "Robbirhamhuma kamaa rabbayaani shagiiro" (Wahai Rabb-ku kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku diwaktu kecil). Seandainya orang tua belum mengikuti dakwah yang haq dan masih berbuat syirik serta bid'ah, kita harus tetap berlaku lemah lembut kepada keduanya. Dakwahkan kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut sambil berdo'a di malam hari, ketika sedang shaum, di
hari Jum'at dan di tempat-tempat dikabulkannya do'a agar ditunjuki dan dikembalikan ke jalan yang haq oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Apabila kedua orang tua telah meninggal maka :
Yang pertama : Kita lakukan adalah meminta ampun kepada Allah Ta'ala dengan taubat yang nasuh (benar) bila kita pernah berbuat durhaka kepada kedua orang tua
sewaktu mereka masih hidup.
Yang kedua : Adalah mendo'akan kedua orang tua kita.
Dalam sebuah hadits dla'if (lemah) yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ibnu Hibban, seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Apakah ada suatu kebaikan yang harus aku perbuat kepada kedua orang tuaku
sesudah wafat keduanya ?" Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Ya, kamu shalat atas keduanya, kamu istighfar kepada keduanya, kamu memenuhi janji keduanya, kamu silaturahmi kepada orang yang pernah dia pernah silaturahmi kepadanya dan memuliakan teman-temannya" [Hadits ini dilemahkan oleh beberapa imam ahli hadits karena di dalam sanadnya ada seorang rawi yang lemah dan Syaikh Albani Rahimahullah melemahkan hadits ini dalam kitabnya Misykatul Mashabiih dan juga dalam Tahqiq Riyadush Shalihin (Bahajtun Nazhirin Syarah Riyadush Shalihin Juz I hal.413 hadits No. 343)]
Sedangkan menurut hadits-hadits yang shahih tentang amal-amal yang diperbuat
untuk kedua orang tua yang sudah wafat, adalah :
[1] Mendo'akannya
[2] Menshalatkan ketika orang tua meninggal [3] Selalu memintakan ampun untuk keduanya.
[4] Membayarkan hutang-hutangnya
[5] Melaksanakan wasiat yang sesuai dengan syari'at.
[6] Menyambung tali silaturrahmi kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya
[Diringkas dari beberapa hadits yang shahih]
Sebagaimana hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dari sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma.
"Artinya : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali silaturrahmi kepada teman-teman bapaknya sesudah bapaknya meninggal" [Hadits Riwayat Muslim No. 12, 13, 2552]
Dalam riwayat yang lain, Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma menemui seorang Badui di perjalanan menuju Mekah, mereka orang-orang yang sederhana.
Kemudian Abdullah bin Umar mengucapkan salam kepada orang tersebut dan menaikkannya ke atas keledai, kemudian sorbannya diberikan kepada orang badui tersebut, kemudian Abdullah bin Umar berkata, "Semoga Allah membereskan urusanmu". Kemudian Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhumua berkata, "Sesungguhnya bapaknya orang ini adalah sahabat karib dengan Umar sedangkan aku mendengar sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :
"Artinya : Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali silaturrahmi kepada teman-teman ayahnya" [Hadits Riwayat Muslim 2552 (13)] Tidak dibenarkan mengqadha shalat atau puasa kecuali puasa nadzar [Tamamul Minnah Takhrij Fiqih Sunnah hal. 427-428, cet. III Darul Rayah 1409H, lihat Ahkamul Janaiz oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hal 213-216, cet. Darul Ma'arif 1424H]
[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang Tua oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul Qolam - Jakarta]
BENTUK-BENTUK BERBAKTI KEPADA ORANG TUA
Oleh Muhammad abu Fawwaz Fathullah
Bentuk-Bentuk Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua Adalah :
Pertama. Bergaul dengan keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam disebutkan bahwa memberikan kegembiraan kepada seorang mu'min termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau memberikan kegembiraan kepada kedua orang tua kita.
Dalam nasihat perkawinan dikatakan agar suami senantiasa berbuat baik kepada istri, maka kepada kedua orang tua harus lebih dari kepada istri. Karena dia yang melahirkan, mengasuh, mendidik dan banyak jasa lainnya kepada kita.
Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa ketika seseorang meminta izin untuk berjihad (dalam hal ini fardhu kifayah kecuali waktu diserang musuh maka fardhu 'ain) dengan meninggalkan orang tuanya dalam keadaan menangis, maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, "Kembali dan buatlah keduanya tertawa seperti
engkau telah membuat keduanya menangis" [Hadits Riwayat Abu Dawud dan Nasa'i] Dalam riwayat lain dikatakan : "Berbaktilah kepada kedua orang tuamu" [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]
Kedua. Yaitu berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut. Hendaknya dibedakan berbicara dengan kedua orang tua dan berbicara dengan anak, teman atau dengan yang lain. Berbicara dengan perkataan yang mulia kepada kedua orang tua, tidak boleh mengucapkan 'ah' apalagi mencemooh dan mencaci maki atau melaknat keduanya karena ini merupakan dosa besar dan bentuk kedurhakaan kepada orang tua. Jika hal ini sampai terjadi, wal iya 'udzubillah.
Kita tidak boleh berkata kasar kepada orang tua kita, meskipun keduanya berbuat jahat kepada kita. Atau ada hak kita yang ditahan oleh orang tua atau orang tua memukul kita atau keduanya belum memenuhi apa yang kita minta (misalnya biaya sekolah) walaupun mereka memiliki, kita tetap tidak boleh durhaka kepada keduanya.
Ketiga. Tawadlu (rendah diri). Tidak boleh kibir (sombong) apabila sudah meraih sukses atau mempunyai jabatan di dunia, karena sewaktu lahir kita berada dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan. Kedua orang tualah yang menolong dengan memberi makan, minum, pakaian dan semuanya.
Seandainya kita diperintahkan untuk melakukan pekerjaan yang kita anggap ringan dan merendahkan kita yang mungkin tidak sesuai dengan kesuksesan atau jabatan kita dan bukan sesuatu yang haram, wajib bagi kita untuk tetap taat kepada keduanya. Lakukan dengan senang hati karena hal tersebut tidak akan menurunkan derajat kita, karena yang menyuruh adalah orang tua kita sendiri.
Hal itu merupakan kesempatan bagi kita untuk berbuat baik selagi keduanya masih hidup.
Keempat. Yaitu memberikan infak (shadaqah) kepada kedua orang tua. Semua harta kita adalah milik orang tua. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala surat Al-Baqarah ayat 215.
"Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah, "Harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapakmu, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu perbuat sesungguhnya Allah maha mengetahui"
Jika seseorang sudah berkecukupan dalam hal harta hendaklah ia menafkahkannya yang pertama adalah kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tua memiliki hak tersebut sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam surat Al-Baqarah di atas. Kemudian kaum kerabat, anak yatim dan orang-orang yang dalam perjalanan. Berbuat baik yang pertama adalah kepada ibu kemudian bapak dan yang lain, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berikut.
"Artinya : Hendaklah kamu berbuat baik kepada ibumu kemudian ibumu sekali lagi
ibumu kemudian bapakmu kemudian orang yang terdekat dan yang terdekat"
[Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 3, Abu Dawud No. 5139 dan Tirmidzi 1897, Hakim 3/642 dan 4/150 dari Mu'awiyah bin Haidah, Ahmad 5/3,5 dan
berkata Tirmidzi, "Hadits Hasan"]
Sebagian orang yang telah menikah tidak menafkahkan hartanya lagi kepada orang tuanya karena takut kepada istrinya, hal ini tidak dibenarkan. Yang mengatur harta adalah suami sebagaimana disebutkan bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Harus dijelaskan kepada istri bahwa kewajiban yang utama bagi anak laki-laki adalah berbakti kepada ibunya (kedua orangtuanya) setelah Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan kewajiban yang utama bagi wanita yang telah bersuami setelah kepada Allah dan Rasul-Nya adalah kepada suaminya. Ketaatan kepada suami akan membawanya ke surga. Namun demikian suami hendaknya tetap memberi kesempatan atau ijin agar istrinya dapat berinfaq dan berbuat baik lainnya kepada kedua orang tuanya.
Kelima. Mendo'akan orang tua. Sebagaimana dalam ayat "Robbirhamhuma kamaa rabbayaani shagiiro" (Wahai Rabb-ku kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku diwaktu kecil). Seandainya orang tua belum mengikuti dakwah yang haq dan masih berbuat syirik serta bid'ah, kita harus tetap berlaku lemah lembut kepada keduanya. Dakwahkan kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut sambil berdo'a di malam hari, ketika sedang shaum, di
hari Jum'at dan di tempat-tempat dikabulkannya do'a agar ditunjuki dan dikembalikan ke jalan yang haq oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Apabila kedua orang tua telah meninggal maka :
Yang pertama : Kita lakukan adalah meminta ampun kepada Allah Ta'ala dengan taubat yang nasuh (benar) bila kita pernah berbuat durhaka kepada kedua orang tua
sewaktu mereka masih hidup.
Yang kedua : Adalah mendo'akan kedua orang tua kita.
Dalam sebuah hadits dla'if (lemah) yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ibnu Hibban, seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Apakah ada suatu kebaikan yang harus aku perbuat kepada kedua orang tuaku
sesudah wafat keduanya ?" Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Ya, kamu shalat atas keduanya, kamu istighfar kepada keduanya, kamu memenuhi janji keduanya, kamu silaturahmi kepada orang yang pernah dia pernah silaturahmi kepadanya dan memuliakan teman-temannya" [Hadits ini dilemahkan oleh beberapa imam ahli hadits karena di dalam sanadnya ada seorang rawi yang lemah dan Syaikh Albani Rahimahullah melemahkan hadits ini dalam kitabnya Misykatul Mashabiih dan juga dalam Tahqiq Riyadush Shalihin (Bahajtun Nazhirin Syarah Riyadush Shalihin Juz I hal.413 hadits No. 343)]
Sedangkan menurut hadits-hadits yang shahih tentang amal-amal yang diperbuat
untuk kedua orang tua yang sudah wafat, adalah :
[1] Mendo'akannya
[2] Menshalatkan ketika orang tua meninggal [3] Selalu memintakan ampun untuk keduanya.
[4] Membayarkan hutang-hutangnya
[5] Melaksanakan wasiat yang sesuai dengan syari'at.
[6] Menyambung tali silaturrahmi kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya
[Diringkas dari beberapa hadits yang shahih]
Sebagaimana hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dari sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma.
"Artinya : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali silaturrahmi kepada teman-teman bapaknya sesudah bapaknya meninggal" [Hadits Riwayat Muslim No. 12, 13, 2552]
Dalam riwayat yang lain, Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma menemui seorang Badui di perjalanan menuju Mekah, mereka orang-orang yang sederhana.
Kemudian Abdullah bin Umar mengucapkan salam kepada orang tersebut dan menaikkannya ke atas keledai, kemudian sorbannya diberikan kepada orang badui tersebut, kemudian Abdullah bin Umar berkata, "Semoga Allah membereskan urusanmu". Kemudian Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhumua berkata, "Sesungguhnya bapaknya orang ini adalah sahabat karib dengan Umar sedangkan aku mendengar sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :
"Artinya : Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali silaturrahmi kepada teman-teman ayahnya" [Hadits Riwayat Muslim 2552 (13)] Tidak dibenarkan mengqadha shalat atau puasa kecuali puasa nadzar [Tamamul Minnah Takhrij Fiqih Sunnah hal. 427-428, cet. III Darul Rayah 1409H, lihat Ahkamul Janaiz oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hal 213-216, cet. Darul Ma'arif 1424H]
[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang Tua oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul Qolam - Jakarta]
Jangan Khawatir 2012 Tak Bakal Kiamat
PAKELIMA
Jangan Khawatir 2012 Tak Bakal Kiamat
Suatu cerita bohong, bila ada diantara satu atau sekelompok orang di dunia ini yang
menyatakan bahwa tahun 2012 akan kiamat. Kiamat tak bakal terjadi pada tahun
tersebut. Banyak diantara orang (mungkin) telah tertipu oleh salah satu konspirasi besar
yang menciptakan rasa takut kepada semua orang di tiap pelosok jagat ini.
Ada beberapa bukti yang salah di buktikan oleh para penggagas kiamat 2012. Contohnya
seperti Zecharia Sitchin, seorang peneliti arkeolog yang menulis buku "The 12th Planet" yang merujuk pada planet-X (bangsa Sumeria menamakannya Nibiru).
Pada tahun 1976 Sitchin mengklaim bahwa ia telah menemukan dan menerjemahkan tulisan artefak bangsa Sumeria kuno bahwa ada planet ke-12 yang mengorbit di dalam tata surya ini. Selain itu dalam penemuannya ia beranggapan bahwa manusia adalah mahluk rekayasa genetika keturunan "super human" Annunaki.
Melalui tulisannya Sitchin mempercayai bahwa Extraterestrial (ET) pernah mengunjungi bumi sejak ribuan tahun lalu. Hal ini menjadi dasar alasan bagaimana dan mengapa monumen-monumen, piramida, susunan batu-batu berukuran super besar yang terdapat di hampir semua peradaban dunia dibuat seperti tak mungkin buatan tangan manusia.
Sitchin berpendapat bahwa bukti-bukti arkeologis yang ditemukan mendukung teorinya.
Dalam bukunya yang berjudul "Stairway to Heaven" terdapat mural & hieroglyph pada
tablet peninggalan bangsa Sumeria yang menampilkan wujud astronot kuno, serta
gambaran peluncuran perjalanan leluhur sumeria ke "surga" dimana terdapat kapal roket
dan hiasan kulit leopard. Namun hal ini terbantahkan, Sitchin ternyata melakukan "copypaste" gambar foto pada dinding hieroglyph mesir kuno di Museum of Metropolitan Art yang bertanggal 1479-1425 B.C.E dan menambahkan serta memodifikasi gambar itu ke
dalam bukunya.
Apakah benar terdapat astronot kuno lengkap dengan kapal roket telah mengangkasa
sejak ribuan tahun lalu sebelum Yuri Gagarin dan Neil Armstrong? Menurut Dr. Michael Heiser Ph.D ternyata setelah diteliti artefak astronot kuno itu palsu, artefak itu buatan manusia yang diciptakan oleh kurator museum di Archaeology Museum of Istanbul yang terdiri dari susunan bubuk tepung dan terdapat kandungan lem plester. Sampai di sini hipotesa Zeccharia Sitchin terpatahkan.
Pada tahun 1859 seorang arkeolog asal Inggris menemukan tablet yang menceritakan kejadian banjir besar yang pernah melanda Mesopotamia (sekarang wilayah Irak). Dalam teks tablet itu disebut Noah Arc atau perahu nabi Nuh yang dibuat untuk menyelamatkan
keluarganya serta beberapa spesies hewan yang diangkut ke kapal bahtera Nuh. Cerita nabi Nuh terdapat di semua kitab suci agama - agama semitik. Masuk akal jika kira-kira 3600 tahun yang lalu terjadi banjir besar akibat kedatangan Planet-X, yaitu planet yang ditinggali oleh Annunaki. Selain menyebabkan Tsunami, efek Planet-X juga mengakibatkan gempa bumi hebat, pertukaran posisi kutub utara-selatan, dan badai atmosfer yang bergelora. Annunaki, Nephilim juga disebut dalam cerita bible "The Book of Enoch" yang mengisahkan turunnya malaikat "the fallen angels" ke dunia ini. Yang seharusnya mejadi bagian dari kitab kejadian atau Genesis namun ditolak oleh para pemuka agama waktu itu. Keturunan Nephilim juga dipercaya terdapat pada cerita mitos peradaban Atlantis (Lemuria, Mu) atau benua yang hilang.
Menurut para ahli mitologi, pada seluruh budaya-budaya kuno di dunia ini merujuk pada satu kesamaan mitos. Mitos yang beranggapan bahwa mereka diciptakan oleh dewa-dewa dan mengasumsikan punya hubungan khusus dengan mahluk luar angkasa.
Prediksi kiamat 2012 tak hanya berasal dari temuan tablet bangsa Sumeria namun jugaterdapat pada referensi prediksi I-Ching (ramalan cina kuno berusia 5000 tahun yang lalu) yang ditemukan oleh Emperor Fu kira-kira 2800 SM yakni satu abad lebih awal sebelum Piramida Mesir dibangun. Sebagian besar ramalan I-Ching berisi tentang akhir dunia. selain itu kiamat 2012 terdapat pada prediksi hitungan kalender bangsa Maya.
Peradaban Maya berkembang di amerika tengah sejak abad ke-6 sampai abad ke-9 A.D. Menurut peneliti arkeolog, Bangsa Maya mempunyai perhatian khusus terkait urusan tentang waktu. Kalender Maya dipercaya lebih akurat ketimbang kalender Masehi.
Pemahaman dan prediksi siklus-siklus waktu dapat memberi mereka kemampuan beradaptasi dalam kehidupannya. Para ahli perbintangan bangsa Maya mengetahui orbit bulan sampai pada empat desimal dan mereka juga dapat menghitung tahun presisi planet
Mars, Venus sampai pada tiga desimal. Inilah yang menjadi kegunaan kalender Maya untuk menghitung musim kapan waktunya bercocok tanam, dan kapan waktunya acara persembahan diselenggarakan.
Bangsa Maya juga memiliki peninggalan observatorium kuno. Sebuah bangunan bundar di atas dua teras raksasa yang menjulang tinggi di tengah-tengah hutan belukar, terletak di Chichen Itza.
Menurut kosmologi bangsa Maya, bumi ini diciptakan 5 kali dan dihancurkan 4 kali. Nah, menurut kepercayaan mereka, sesuatu yang buruk bakal terjadi jika kalender hitungan panjang berakhir. Kalender Maya akan berakhir 5126 tahun kemudian, jika dikonversi pada hitungan kalender masehi tepatnya adalah 21 Desember 2012. Saat itu planet bumi, mars, venus, dan matahari akan sejajar dan segaris dengan galaksi kita -Milky Way- yang dapat menyebabkan berbagai bencana. Padahal ada beberapa peneliti arkeolog yang berbeda pandangan, asumsi bahwa 2012 adalah akhir dunia hanya sebuah hipotesis dan bukan suatu kebenaran tunggal. Lebih lanjut, keturunan bangsa Maya
tidak menanggapi bahwa hitungan kalender warisan nenek moyang mereka akan merujuk pada kiamat, melainkan itu hanya fase waktu saja yang berulang kembali lagi ke awal hitungan. Lagipula prediksi kiamat merupakan penilaian dari para peneliti luar, bukan dari dalam bangsa Maya sendiri.
Namun begitu, isu yang timbul menjadi berlebihan. Masyarakat kini memiliki kesimpulan-kesimpulan tersendiri tentang akhir zaman pada tahun 2012. Peradaban manusia akan musnah dan bumi akan ditabrak oleh planet, asteroid, atau turunnya "Annunaki", yang tanda-tandanya sudah jelas dirasakan seperti kerusakan alam & lingkungan, berbagai bencana mega tsunami, banjir besar akibat global warming, dan matahari terasa lebih panas dibanding satu abad yang lalu.
Tetapi, bila kita teliti dengan membaca jiwa zaman sekarang ini. Banyak bermunculan film-film bioskop bertema tentang kiamat. Seperti film "Indiana Jones and the Kingdom of Crystal Skull", yang dibuat berdasarkan pada cerita Bangsa Maya. Inti ceritanya ialah ada 13 tengkorak kristal yang dapat menyelamatkan peradaban dari akhir zaman. Lalu ada film "Knowing" yang diperankan Nicholas Cage yang menuai banyak protes oleh penikmat film di AS. Jangan lupa juga film Keanu Reeves yang
berjudul "The Day The Earth Stood Still" mengisahkan turunnya alien ke bumi dan seabrek film bertema kiamat lainnya. Isu ini pun tak luput dimanfaatkan para mafia Hollywood dan menjadi tambang emas para pemodal di barat.
Selain itu, penjualan buku-buku tentang kiamat menjadi laku keras bak kacang goreng di AS dan Eropa. Seperti bukunya Lawrence E. Joseph: Kiamat 2012. Juga pada berbagai video klip bertema Planet-X 2012 sangat marak beredar di situs YouTube.com. Sehingga ada semacam penciptaan hegemoni rasa takut bahwa kiamat akan benar-benar terjadi.
2012, Planet-X, Nibiru, badai matahari dan Annunaki hanya sebatas khayalan, hoax atau analisis palsu.
Unsur logiknya adalah bila tahun 2012 Planet Nibiru datang menghampiri bumi, namun hingga kini tanda-tandanya belum kelihatan dan dapatkah metode sains membuktikan ancaman itu? Ada semacam adagium New World Order yang berlaku "Jika kita tak bisa
mengontrol peradaban, kendalikan mereka dengan rasa takut". Sekian. ***
Referensi:
- http://www.sitchiniswrong.com
- http://www.michaelsheiser.com
- http://www.universetoday.com/2008/05/19/no-doomsday-in-2012/
Jangan Khawatir 2012 Tak Bakal Kiamat
Suatu cerita bohong, bila ada diantara satu atau sekelompok orang di dunia ini yang
menyatakan bahwa tahun 2012 akan kiamat. Kiamat tak bakal terjadi pada tahun
tersebut. Banyak diantara orang (mungkin) telah tertipu oleh salah satu konspirasi besar
yang menciptakan rasa takut kepada semua orang di tiap pelosok jagat ini.
Ada beberapa bukti yang salah di buktikan oleh para penggagas kiamat 2012. Contohnya
seperti Zecharia Sitchin, seorang peneliti arkeolog yang menulis buku "The 12th Planet" yang merujuk pada planet-X (bangsa Sumeria menamakannya Nibiru).
Pada tahun 1976 Sitchin mengklaim bahwa ia telah menemukan dan menerjemahkan tulisan artefak bangsa Sumeria kuno bahwa ada planet ke-12 yang mengorbit di dalam tata surya ini. Selain itu dalam penemuannya ia beranggapan bahwa manusia adalah mahluk rekayasa genetika keturunan "super human" Annunaki.
Melalui tulisannya Sitchin mempercayai bahwa Extraterestrial (ET) pernah mengunjungi bumi sejak ribuan tahun lalu. Hal ini menjadi dasar alasan bagaimana dan mengapa monumen-monumen, piramida, susunan batu-batu berukuran super besar yang terdapat di hampir semua peradaban dunia dibuat seperti tak mungkin buatan tangan manusia.
Sitchin berpendapat bahwa bukti-bukti arkeologis yang ditemukan mendukung teorinya.
Dalam bukunya yang berjudul "Stairway to Heaven" terdapat mural & hieroglyph pada
tablet peninggalan bangsa Sumeria yang menampilkan wujud astronot kuno, serta
gambaran peluncuran perjalanan leluhur sumeria ke "surga" dimana terdapat kapal roket
dan hiasan kulit leopard. Namun hal ini terbantahkan, Sitchin ternyata melakukan "copypaste" gambar foto pada dinding hieroglyph mesir kuno di Museum of Metropolitan Art yang bertanggal 1479-1425 B.C.E dan menambahkan serta memodifikasi gambar itu ke
dalam bukunya.
Apakah benar terdapat astronot kuno lengkap dengan kapal roket telah mengangkasa
sejak ribuan tahun lalu sebelum Yuri Gagarin dan Neil Armstrong? Menurut Dr. Michael Heiser Ph.D ternyata setelah diteliti artefak astronot kuno itu palsu, artefak itu buatan manusia yang diciptakan oleh kurator museum di Archaeology Museum of Istanbul yang terdiri dari susunan bubuk tepung dan terdapat kandungan lem plester. Sampai di sini hipotesa Zeccharia Sitchin terpatahkan.
Pada tahun 1859 seorang arkeolog asal Inggris menemukan tablet yang menceritakan kejadian banjir besar yang pernah melanda Mesopotamia (sekarang wilayah Irak). Dalam teks tablet itu disebut Noah Arc atau perahu nabi Nuh yang dibuat untuk menyelamatkan
keluarganya serta beberapa spesies hewan yang diangkut ke kapal bahtera Nuh. Cerita nabi Nuh terdapat di semua kitab suci agama - agama semitik. Masuk akal jika kira-kira 3600 tahun yang lalu terjadi banjir besar akibat kedatangan Planet-X, yaitu planet yang ditinggali oleh Annunaki. Selain menyebabkan Tsunami, efek Planet-X juga mengakibatkan gempa bumi hebat, pertukaran posisi kutub utara-selatan, dan badai atmosfer yang bergelora. Annunaki, Nephilim juga disebut dalam cerita bible "The Book of Enoch" yang mengisahkan turunnya malaikat "the fallen angels" ke dunia ini. Yang seharusnya mejadi bagian dari kitab kejadian atau Genesis namun ditolak oleh para pemuka agama waktu itu. Keturunan Nephilim juga dipercaya terdapat pada cerita mitos peradaban Atlantis (Lemuria, Mu) atau benua yang hilang.
Menurut para ahli mitologi, pada seluruh budaya-budaya kuno di dunia ini merujuk pada satu kesamaan mitos. Mitos yang beranggapan bahwa mereka diciptakan oleh dewa-dewa dan mengasumsikan punya hubungan khusus dengan mahluk luar angkasa.
Prediksi kiamat 2012 tak hanya berasal dari temuan tablet bangsa Sumeria namun jugaterdapat pada referensi prediksi I-Ching (ramalan cina kuno berusia 5000 tahun yang lalu) yang ditemukan oleh Emperor Fu kira-kira 2800 SM yakni satu abad lebih awal sebelum Piramida Mesir dibangun. Sebagian besar ramalan I-Ching berisi tentang akhir dunia. selain itu kiamat 2012 terdapat pada prediksi hitungan kalender bangsa Maya.
Peradaban Maya berkembang di amerika tengah sejak abad ke-6 sampai abad ke-9 A.D. Menurut peneliti arkeolog, Bangsa Maya mempunyai perhatian khusus terkait urusan tentang waktu. Kalender Maya dipercaya lebih akurat ketimbang kalender Masehi.
Pemahaman dan prediksi siklus-siklus waktu dapat memberi mereka kemampuan beradaptasi dalam kehidupannya. Para ahli perbintangan bangsa Maya mengetahui orbit bulan sampai pada empat desimal dan mereka juga dapat menghitung tahun presisi planet
Mars, Venus sampai pada tiga desimal. Inilah yang menjadi kegunaan kalender Maya untuk menghitung musim kapan waktunya bercocok tanam, dan kapan waktunya acara persembahan diselenggarakan.
Bangsa Maya juga memiliki peninggalan observatorium kuno. Sebuah bangunan bundar di atas dua teras raksasa yang menjulang tinggi di tengah-tengah hutan belukar, terletak di Chichen Itza.
Menurut kosmologi bangsa Maya, bumi ini diciptakan 5 kali dan dihancurkan 4 kali. Nah, menurut kepercayaan mereka, sesuatu yang buruk bakal terjadi jika kalender hitungan panjang berakhir. Kalender Maya akan berakhir 5126 tahun kemudian, jika dikonversi pada hitungan kalender masehi tepatnya adalah 21 Desember 2012. Saat itu planet bumi, mars, venus, dan matahari akan sejajar dan segaris dengan galaksi kita -Milky Way- yang dapat menyebabkan berbagai bencana. Padahal ada beberapa peneliti arkeolog yang berbeda pandangan, asumsi bahwa 2012 adalah akhir dunia hanya sebuah hipotesis dan bukan suatu kebenaran tunggal. Lebih lanjut, keturunan bangsa Maya
tidak menanggapi bahwa hitungan kalender warisan nenek moyang mereka akan merujuk pada kiamat, melainkan itu hanya fase waktu saja yang berulang kembali lagi ke awal hitungan. Lagipula prediksi kiamat merupakan penilaian dari para peneliti luar, bukan dari dalam bangsa Maya sendiri.
Namun begitu, isu yang timbul menjadi berlebihan. Masyarakat kini memiliki kesimpulan-kesimpulan tersendiri tentang akhir zaman pada tahun 2012. Peradaban manusia akan musnah dan bumi akan ditabrak oleh planet, asteroid, atau turunnya "Annunaki", yang tanda-tandanya sudah jelas dirasakan seperti kerusakan alam & lingkungan, berbagai bencana mega tsunami, banjir besar akibat global warming, dan matahari terasa lebih panas dibanding satu abad yang lalu.
Tetapi, bila kita teliti dengan membaca jiwa zaman sekarang ini. Banyak bermunculan film-film bioskop bertema tentang kiamat. Seperti film "Indiana Jones and the Kingdom of Crystal Skull", yang dibuat berdasarkan pada cerita Bangsa Maya. Inti ceritanya ialah ada 13 tengkorak kristal yang dapat menyelamatkan peradaban dari akhir zaman. Lalu ada film "Knowing" yang diperankan Nicholas Cage yang menuai banyak protes oleh penikmat film di AS. Jangan lupa juga film Keanu Reeves yang
berjudul "The Day The Earth Stood Still" mengisahkan turunnya alien ke bumi dan seabrek film bertema kiamat lainnya. Isu ini pun tak luput dimanfaatkan para mafia Hollywood dan menjadi tambang emas para pemodal di barat.
Selain itu, penjualan buku-buku tentang kiamat menjadi laku keras bak kacang goreng di AS dan Eropa. Seperti bukunya Lawrence E. Joseph: Kiamat 2012. Juga pada berbagai video klip bertema Planet-X 2012 sangat marak beredar di situs YouTube.com. Sehingga ada semacam penciptaan hegemoni rasa takut bahwa kiamat akan benar-benar terjadi.
2012, Planet-X, Nibiru, badai matahari dan Annunaki hanya sebatas khayalan, hoax atau analisis palsu.
Unsur logiknya adalah bila tahun 2012 Planet Nibiru datang menghampiri bumi, namun hingga kini tanda-tandanya belum kelihatan dan dapatkah metode sains membuktikan ancaman itu? Ada semacam adagium New World Order yang berlaku "Jika kita tak bisa
mengontrol peradaban, kendalikan mereka dengan rasa takut". Sekian. ***
Referensi:
- http://www.sitchiniswrong.com
- http://www.michaelsheiser.com
- http://www.universetoday.com/2008/05/19/no-doomsday-in-2012/
Hukum membaca al Quran di atas Kuburan
PAKELIMA
Membaca Al-Quran di atas Kubur: Jawapan kepada
Artikel Zamihan Mat Zin Al-Ghari.
Oleh: Abu Syu’aib, Mohd Khairil Anwar bin Abdul Latif,(Pegawai Penyelidik Jabatan Mufti Kerajaan Negeri Perlis).
Merujuk kepada tulisan yang ditulis oleh Zamihan Mat Zain al-Ghari (penolong pengarah Institut Latihan Islam Malaysia ILIM) di dalam berita harian bertarikh Sabtu 17 November 2007, ruangan agama yang masih lagi menyentuh berkenaan persoalan Membaca al-Quran di kubur, saya ingin mengulas sedikit apa yang ditulis oleh beliau. Zamihan berkata di dalam akhbar tersebut “Ada banyak ayat al-Quran yang bersifat umum, tetapi boleh dijadikan panduan bagi menjawab persoalan apabila mafhum ayat itu dibincangkan serta diberi tafsiran yang lebih mendalam”. Kemudian beliau membawakan firman Allah surah al-Thur ayat 21, lalu merumuskan amalan mereka yang masih hidup boleh memberikan manfaat kepada si mati.
Dalam persoalan ini perlu diberi penjelasan bahawa isu membaca al-Quran di atas kubur dan isu menyedekahkan pahala kepada si mati merupakan dua isu yang berbeza. Perkara yang hendak dibincangkan di sini ialah adakah disyariatkan membaca al-Quran di kubur atau ianya amalan yang tidak dicontohkan oleh rasulullah s.a.w. dan para sahabat. Perbincangan adakah pahala yang dikirimkan kepada si mati sampai atau
pun tidak, maka saya rasa perbincangannya bukan disini. Oleh yang demikian kedua-dua perkara ini hendaklah dibezakan.
Kesimpulan dari tulisan zamihan tersebut tiada satu dalil pun yang dibawa dapat menyokong hujah beliau bahawa amalan membaca al-Quran dikubur disyariatkan. Kecuali hanya satu hadis yang dibawa, iaitu dari Mubassyir dari Abdir Rahman bin al-Ala’ bin al-Lajlaj dari bapanya bahawasanya dia berwasiat apabila dia meninggal dan setelah dia ditanam dibacakan di sisi kepalanya permulaan surah al-baqarah dan akhirnya.
Di dalam hadis ini terdapat rawi yang bernama Abdul Rahman bin al-Ala’ bin al-Lajlaj dimana rawi ini merupakan seorang yang tergolong di kalangan rawi-rawi yang majhul (yang tidak dikenali) seperti yang disebutkan oleh al-Imam al-Zahabi sewaktu menceritakan biodata rawi ini di dalam kitabnya Mizanul I’tidal (2/574, no 4925) dengan katanya: “tiada seorang pun yang meriwayatkan daripadanya kecuali Mubasyar bin Ismail al-Halabi”. Maka hadis yang terdapat di dalamnya rawi yang tidak dikenali menyebabkan taraf hadis dihukumkan oleh ulamak hadis seperti al-Albani sebagai dhoif (lemah) tidak boleh dijadikan hujah di dalam hukum hakam syarak. (Ahkamul Janaiz: 244)
Zamihan berkata: “Membaca al-Quran di atas kubur ternyata bukan bid’ah yang sesat kerana ada nas yang membuktikan bahawa Ibn Umar dan Abu Khalid al-Lajlaj mendengar galakkan daripada Nabi s.a.w supaya di baca ayat suci al-Quran di tanah perkuburan” Dakwaan Zamihan ini batil kerana sesungguhnya sanad hadis yang di bawa tidak sahih daripada Ibn Umar. Mendakwa sahabat melakukan sesuatu yang tidak diajarkan oleh
nabi s.a.w. dengan riwayat-riwayat yang dhoif adalah suatu tuduhan jenayah. Dan Tidak terdapat riwayat yang menyatakan sahabat-sahabat yang lain melakukannya. Adapun hadis-hadis yang menyatakan bacaan yasin, bacaan Qulhu wallahu ahad dan sebagainya di atas kubur kesemuanya maudu’ (palsu) dan La Asla lahu (tidak ada asalnya).
Tujuan daripada menziarahi kubur bukan untuk membaca al-Quran tetapi untuk mengambil I’tibar dan pengajaran mengingati kematian. Abu Said al-Khudri berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesungguhnya aku dahulu melarang kamu menziarahi kubur, sekarang ziarahilah, kerana padanya terdapat pengajaran. Hadis sahih diriwayatkan oleh Ahmad (3/38/63/66) dan al-Hakim (1/374-375). Dari Anas bin Malik bahawa nabi s.a.w. bersabda: Aku dahulu melarang kamu menziarahi kubur, sekarang ziarahilah, kerana padanya dapat melembutkan hati, mengalirkan air mata dan memperingatkan akan akhirat, dan jangan kamu berkata perkara yang tidak baik. Diriwayatkan oleh al-Hakim (1/376) dengan sanad yang hasan.
Mengapa tujuan ini tidak diutamakan apabila menziarahi kubur untuk diterangkan kepada masyarakat selain hanya menyuruh membaca al-Quran di atas kubur? Nabi bersabda kepada Aisyah r.ha: sesungguhnya dari Allah untuk mereka. Maka Aisyah bertanya kepada Nabi s.a.w. apakah yang aku perlu katakan? Nabi s.a.w. menjawab:
ucapkanlah: Salam sejahtera ke atas penghuni rumah ini (kubur) dari kalangan Mukminin dan muslimin,
semoga Allah merahmati mereka yang telah mendahului kami dan yang terkemudian dan sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul sesudah kamu semua. Hadis riwayat Imam Muslim (3/14). Sekiranya disyariatkan membaca al-Quran di kubur mengapa nabi s.a.w. tidak menyuruh Aisyah supaya melakukan yang demikian itu. Ini bercanggah dengan kaedah yang masyhur berbunyi “Tidak boleh menangguhkan penerangan di saat ianya diperlukan”. Kaedah ini membawa pengertian bahawasanya nabi s.a.w. tidak boleh menangguh untuk memberitahu dan menerangkan kepada umatnya suatu perkara yang
penting dan diperlukan pada saat itu. Bahkan pula yang bertanya kepada nabi s.a.w. itu ialah isterinya, orang yang paling rapat dengan baginda. Dan sekiranya nabi s.a.w. tidak menerangkan pada saat itu menyebabkan kemungkinan nabi s.a.w. tidak dapat menerangkan pada waktu yang lainnya. Inilah yang dimaksudkan kaedah ini. Sekiranya membaca al-Quran itu amalan yang disyariatkan maka sudah pasti nabi akan mengajarkannya kepada Aisyah r.ha. disamping ucapan salam yang diajarkannya di dalam hadis berkenaan. Kerana membaca al-Quran adalah lebih afdal dari sekadar memohon keampunan untuk penghuni kubur.
Persoalan yang perlu difikirkan juga ialah di zaman nabi s.a.w. adakah terdapat di sana halangan untuk membaca al-Quran di kubur? jawapannya sudah tentu tiada halangan untuk melakukan demikian. Dan sekiranya tiada halangan dan ianya baik serta afdal mengapa nabi s.a.w. tidak mengajar dan menyuruh para sahabat melakukan perkara tersebut? Kaedah penting yang disebutkan oleh para ulamak “Sekiranya sesuatu amalan tertentu yang tidak dilakukan pada masa nabi s.a.w. hidup disebabkan adanya halangan yang menghalang dari ianya dilakukan, maka apabila halangan tersebut hilang selepas dari kewafatan nabi s.a.w.maka hukumnya harus diamalkan”. Contohnya solat tarawikh secara berjemaah, nabi s.a.w. tidak melakukannya berterusan kerana bimbang ianya diwajibkan, setelah kewafatan nabi s.a.w. kebimbangan tersebut telah pun hilang disebabkan terputusnya wahyu dengan kewafatan nabi. Maka setelah itu hokum mengamalkannya dibolehkan. “Dan sekiranya tiada halangan yang menghalang sesuatu amalan dilakukan,dan dalam masa yang sama nabi s.a.w. tidak melakukan dan menganjurkannya kepada para sahabat maka setelah kewafatan baginda s.a.w. amalan tersebut tidak disyariatkan”. Contohnya amalan membaca al-Quran di kubur. Sebab itulah pentingnya memahami al-Quran dan hadis-hadis baginda s.a.w. sebagaimana yang
difahami oleh salaf iaitu para sahabat.
Menggunakan dalil yang umum untuk dijadikan hujah kepada amalan yang khusus merupakan kejahilan di dalam berinteraksi dengan nas-nas syarak. Sebagai contoh hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, bab kelebihan solat berjemaah yang bermaksud Solat berjemaah lebih afdhal daripada solat bersendirian dengan ganjaran 27 darjat. Hadis ini menunjukkan kelebihan untuk bersolat jemaah dan ianya bersifat umum. Adakah ianya boleh digunakan sebagai dalil untuk membolehkan solat qabliyyah dan ba’diyyah dilakukan secara berjemaah sebelum atau selepas melakukan solat fardhu di masjid? Jawapannya tidak boleh kerana ianya tidak pernah dilakukan oleh para sahabat radiallahu anhum. Maka begitulah kaedah di dalam memahami keseluruhan nas-nas syarak.
Tiada dalil yang sahih dan sorih (jelas) yang menunjukkan amalan membaca al-Quran di atas kubur disyariatkan. Daripada Abu Hurairah r.h. nabi s.a.w. bersabda: Jangan kamu jadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan, sesungguhnya syaitan akan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surah al-baqarah. Hadis riwayat Imam Muslim. Hadis ini menunjukkan bahawa rumah yang dibaca di dalamnya surah al-baqarah akan menyebabkan syaitan lari. Perumpamaan nabi s.a.w. rumah dengan kubur di dalam hadis ini secara mafhum mukhalafahnya (salah satu kaedah istinbat hukum, dibawah ketegori Mafhum al-Ghayah) kubur ialah tempat yang tidak dibaca padanya al-quran. Sekiranya kubur merupakan tempat disyariatkan membaca al-Quran maka perumpamaan nabi s.a.w. ini tidak membawa apa-apa erti, dan dalam erti kata yang lain perumpamaan rumah dan kubur itu adalah sia-sia. Dan ini mustahil kerana keseluruhan perkataan atau ucapan nabi s.a.w.melalui hadis-hadisnya itu membawa makna yang sangat mendalam tetapi ibarahnya sangat ringkas yang disebut sebagai jawamiul kalim. Seperti hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.
Al-Imam al-Bukhari meriwayatkan dari sahabat Ibn Umar bahawa nabi s.a.w. bersabda: Jadikanlah sebahagian dari solat-solat kamu (solat sunat) itu di rumah dan jangan jadikannya seperti kubur. Riwayat al- Bukhari (1/420) hadis ini menunjukkan kubur bukan tempat mendirikan solat kerana nabi menyamakan rumah yang tidak dilakukan solat di dalamnya seperti kubur. Lakukankanlah sebahagian solat (solat sunat) kamu di
rumah. Oleh sebab itu Imam Ibn Hajar menyatakan pernyataan nabi s.a.w. “jangan jadikannya seperti kubur” bermaksud kubur bukan tempat melakukan ibadah ketika mensyarahkan hadis ini di dalam fathul bari (1/766).
Maka kesimpulan yang dapat di ambil dari hadis ini ialah oleh kerana membaca al-Quran merupakan ibadah yang sangat disuruh oleh agama, maka tempatnya bukanlah di kuburan, Ikutilah apa yang telah dianjurkan oleh baginda s.a.w. dengan membacanya di rumah dan secara tidak langsung dapat menghindarkan rumah dari gangguan syaitan.
Dari sudut yang lain kita perhatikan masyarakat kita yang pergi untuk menziarahi kubur terutamanya pada hari raya mereka telah melakukan satu kesalahan yang jelas di larang oleh agama untuk membaca al-Quran.
Itulah dengan duduk di atas kuburan untuk membaca yasin dan sebagainya. Mengapakah perkara ini tidak diambil berat oleh masyarakat kita? Jawapannya disebabkan kerana kejahilan. Tidakkan kita mendengar hadis nabi s.a.w. “Adalah lebih baik bagi seseorang di kalangan kamu duduk di atas bara api sehinga terbakar pakaiannya dan melecur kulitnya daripada dia duduk di atas kubur”. hadis yang diriwayatkan oleh Imam
Muslim di dalam bab “Larangan duduk di atas kubur dan bersolat di atasnya” Maka sekiranya masih berdegil juga untuk melakukannya maka silalah membaca al-Quran di atas kubur secara berdiri, kerana diharamkan untuk duduk di atas kubur.
Zamihan berkata: “perlu diingat bahawa amalan yang tidak dilakukan Rasulullah s.aw. dan generasi salaf tidak boleh dijadikan alasan untuk mengharamkan sesuatu amalan selagi tidak ada tegahan putus daripada nas syarak”. Perkataan seperti ini perlu diperhatikan semula dan diperincikan. Kerana sekiranya sesuatu amalan yang bersangkutan dengan permasalahan ibadah maka ianya tidak boleh dilakukan kecuali dengan nas syarak.
Ini disepakati seluruh ulamak. Kerana sekiranya alasan tiada dalil putus yang melarang sesuatu perkara yang bersangkutan dengan ibadah diterima tidak ada amalan yang direka-reka oleh umat sekarang ini yang boleh dibantah. Tindakan Aminah Wadud yang mengimamkan solat jumaat tidak boleh dibantah kerana sudah pasti dia boleh berhujah bahawasanya tiada dalil yang melarang dan mengharamkan tindakan yang dilakukan.
Kaedah yang disepakati oleh ulamak “asal sesuatu perkara di dalam permasalahan ibadah ialah tegahan atau larangan kecuali ada dalil yang mengharuskannya”.
Maka ibadah di dalam Islam boleh menjadi bid’ah sekiranya:
1. Setiap yang bercanggah dengan sunnah yang sahih sama ada perkataan, perbuatan atau aqidah walau pun hasil daripada ijtihad.
2. Setiap perkara yang tidak mungkin disyariatkan kecuali dengan nas (tauqifi). Namun, apabila tidak ada nas yang membenarkannya, ia juga termasuk perkara bidaah. Kecuali ia pernah dilakukan oleh para sahabat.
3. Setiap ibadat yang tidak ada keterangan cara perlaksanaannya dan hanya sekadar berdalilkan hadis-hadis daif atau palsu.
4. Setiap ibadat yang hanya dijelaskan secara mutlak (umum) kemudian dikhususkan oleh orang ramai seperti
menetapkan tempat, masa, kaifiyat (cara) atau bilangannya.
Wallahu a’lam
(www.al-ahkam.net) (www.yapis.blogspot.com)
Jabatan Mufti Negeri Perlis, Aras 4 Kompleks Islam & Syriah Negeri Perlis,Jalan Pegawai 01000
Kangar,Perlis.
Membaca Al-Quran di atas Kubur: Jawapan kepada
Artikel Zamihan Mat Zin Al-Ghari.
Oleh: Abu Syu’aib, Mohd Khairil Anwar bin Abdul Latif,(Pegawai Penyelidik Jabatan Mufti Kerajaan Negeri Perlis).
Merujuk kepada tulisan yang ditulis oleh Zamihan Mat Zain al-Ghari (penolong pengarah Institut Latihan Islam Malaysia ILIM) di dalam berita harian bertarikh Sabtu 17 November 2007, ruangan agama yang masih lagi menyentuh berkenaan persoalan Membaca al-Quran di kubur, saya ingin mengulas sedikit apa yang ditulis oleh beliau. Zamihan berkata di dalam akhbar tersebut “Ada banyak ayat al-Quran yang bersifat umum, tetapi boleh dijadikan panduan bagi menjawab persoalan apabila mafhum ayat itu dibincangkan serta diberi tafsiran yang lebih mendalam”. Kemudian beliau membawakan firman Allah surah al-Thur ayat 21, lalu merumuskan amalan mereka yang masih hidup boleh memberikan manfaat kepada si mati.
Dalam persoalan ini perlu diberi penjelasan bahawa isu membaca al-Quran di atas kubur dan isu menyedekahkan pahala kepada si mati merupakan dua isu yang berbeza. Perkara yang hendak dibincangkan di sini ialah adakah disyariatkan membaca al-Quran di kubur atau ianya amalan yang tidak dicontohkan oleh rasulullah s.a.w. dan para sahabat. Perbincangan adakah pahala yang dikirimkan kepada si mati sampai atau
pun tidak, maka saya rasa perbincangannya bukan disini. Oleh yang demikian kedua-dua perkara ini hendaklah dibezakan.
Kesimpulan dari tulisan zamihan tersebut tiada satu dalil pun yang dibawa dapat menyokong hujah beliau bahawa amalan membaca al-Quran dikubur disyariatkan. Kecuali hanya satu hadis yang dibawa, iaitu dari Mubassyir dari Abdir Rahman bin al-Ala’ bin al-Lajlaj dari bapanya bahawasanya dia berwasiat apabila dia meninggal dan setelah dia ditanam dibacakan di sisi kepalanya permulaan surah al-baqarah dan akhirnya.
Di dalam hadis ini terdapat rawi yang bernama Abdul Rahman bin al-Ala’ bin al-Lajlaj dimana rawi ini merupakan seorang yang tergolong di kalangan rawi-rawi yang majhul (yang tidak dikenali) seperti yang disebutkan oleh al-Imam al-Zahabi sewaktu menceritakan biodata rawi ini di dalam kitabnya Mizanul I’tidal (2/574, no 4925) dengan katanya: “tiada seorang pun yang meriwayatkan daripadanya kecuali Mubasyar bin Ismail al-Halabi”. Maka hadis yang terdapat di dalamnya rawi yang tidak dikenali menyebabkan taraf hadis dihukumkan oleh ulamak hadis seperti al-Albani sebagai dhoif (lemah) tidak boleh dijadikan hujah di dalam hukum hakam syarak. (Ahkamul Janaiz: 244)
Zamihan berkata: “Membaca al-Quran di atas kubur ternyata bukan bid’ah yang sesat kerana ada nas yang membuktikan bahawa Ibn Umar dan Abu Khalid al-Lajlaj mendengar galakkan daripada Nabi s.a.w supaya di baca ayat suci al-Quran di tanah perkuburan” Dakwaan Zamihan ini batil kerana sesungguhnya sanad hadis yang di bawa tidak sahih daripada Ibn Umar. Mendakwa sahabat melakukan sesuatu yang tidak diajarkan oleh
nabi s.a.w. dengan riwayat-riwayat yang dhoif adalah suatu tuduhan jenayah. Dan Tidak terdapat riwayat yang menyatakan sahabat-sahabat yang lain melakukannya. Adapun hadis-hadis yang menyatakan bacaan yasin, bacaan Qulhu wallahu ahad dan sebagainya di atas kubur kesemuanya maudu’ (palsu) dan La Asla lahu (tidak ada asalnya).
Tujuan daripada menziarahi kubur bukan untuk membaca al-Quran tetapi untuk mengambil I’tibar dan pengajaran mengingati kematian. Abu Said al-Khudri berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesungguhnya aku dahulu melarang kamu menziarahi kubur, sekarang ziarahilah, kerana padanya terdapat pengajaran. Hadis sahih diriwayatkan oleh Ahmad (3/38/63/66) dan al-Hakim (1/374-375). Dari Anas bin Malik bahawa nabi s.a.w. bersabda: Aku dahulu melarang kamu menziarahi kubur, sekarang ziarahilah, kerana padanya dapat melembutkan hati, mengalirkan air mata dan memperingatkan akan akhirat, dan jangan kamu berkata perkara yang tidak baik. Diriwayatkan oleh al-Hakim (1/376) dengan sanad yang hasan.
Mengapa tujuan ini tidak diutamakan apabila menziarahi kubur untuk diterangkan kepada masyarakat selain hanya menyuruh membaca al-Quran di atas kubur? Nabi bersabda kepada Aisyah r.ha: sesungguhnya dari Allah untuk mereka. Maka Aisyah bertanya kepada Nabi s.a.w. apakah yang aku perlu katakan? Nabi s.a.w. menjawab:
ucapkanlah: Salam sejahtera ke atas penghuni rumah ini (kubur) dari kalangan Mukminin dan muslimin,
semoga Allah merahmati mereka yang telah mendahului kami dan yang terkemudian dan sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul sesudah kamu semua. Hadis riwayat Imam Muslim (3/14). Sekiranya disyariatkan membaca al-Quran di kubur mengapa nabi s.a.w. tidak menyuruh Aisyah supaya melakukan yang demikian itu. Ini bercanggah dengan kaedah yang masyhur berbunyi “Tidak boleh menangguhkan penerangan di saat ianya diperlukan”. Kaedah ini membawa pengertian bahawasanya nabi s.a.w. tidak boleh menangguh untuk memberitahu dan menerangkan kepada umatnya suatu perkara yang
penting dan diperlukan pada saat itu. Bahkan pula yang bertanya kepada nabi s.a.w. itu ialah isterinya, orang yang paling rapat dengan baginda. Dan sekiranya nabi s.a.w. tidak menerangkan pada saat itu menyebabkan kemungkinan nabi s.a.w. tidak dapat menerangkan pada waktu yang lainnya. Inilah yang dimaksudkan kaedah ini. Sekiranya membaca al-Quran itu amalan yang disyariatkan maka sudah pasti nabi akan mengajarkannya kepada Aisyah r.ha. disamping ucapan salam yang diajarkannya di dalam hadis berkenaan. Kerana membaca al-Quran adalah lebih afdal dari sekadar memohon keampunan untuk penghuni kubur.
Persoalan yang perlu difikirkan juga ialah di zaman nabi s.a.w. adakah terdapat di sana halangan untuk membaca al-Quran di kubur? jawapannya sudah tentu tiada halangan untuk melakukan demikian. Dan sekiranya tiada halangan dan ianya baik serta afdal mengapa nabi s.a.w. tidak mengajar dan menyuruh para sahabat melakukan perkara tersebut? Kaedah penting yang disebutkan oleh para ulamak “Sekiranya sesuatu amalan tertentu yang tidak dilakukan pada masa nabi s.a.w. hidup disebabkan adanya halangan yang menghalang dari ianya dilakukan, maka apabila halangan tersebut hilang selepas dari kewafatan nabi s.a.w.maka hukumnya harus diamalkan”. Contohnya solat tarawikh secara berjemaah, nabi s.a.w. tidak melakukannya berterusan kerana bimbang ianya diwajibkan, setelah kewafatan nabi s.a.w. kebimbangan tersebut telah pun hilang disebabkan terputusnya wahyu dengan kewafatan nabi. Maka setelah itu hokum mengamalkannya dibolehkan. “Dan sekiranya tiada halangan yang menghalang sesuatu amalan dilakukan,dan dalam masa yang sama nabi s.a.w. tidak melakukan dan menganjurkannya kepada para sahabat maka setelah kewafatan baginda s.a.w. amalan tersebut tidak disyariatkan”. Contohnya amalan membaca al-Quran di kubur. Sebab itulah pentingnya memahami al-Quran dan hadis-hadis baginda s.a.w. sebagaimana yang
difahami oleh salaf iaitu para sahabat.
Menggunakan dalil yang umum untuk dijadikan hujah kepada amalan yang khusus merupakan kejahilan di dalam berinteraksi dengan nas-nas syarak. Sebagai contoh hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, bab kelebihan solat berjemaah yang bermaksud Solat berjemaah lebih afdhal daripada solat bersendirian dengan ganjaran 27 darjat. Hadis ini menunjukkan kelebihan untuk bersolat jemaah dan ianya bersifat umum. Adakah ianya boleh digunakan sebagai dalil untuk membolehkan solat qabliyyah dan ba’diyyah dilakukan secara berjemaah sebelum atau selepas melakukan solat fardhu di masjid? Jawapannya tidak boleh kerana ianya tidak pernah dilakukan oleh para sahabat radiallahu anhum. Maka begitulah kaedah di dalam memahami keseluruhan nas-nas syarak.
Tiada dalil yang sahih dan sorih (jelas) yang menunjukkan amalan membaca al-Quran di atas kubur disyariatkan. Daripada Abu Hurairah r.h. nabi s.a.w. bersabda: Jangan kamu jadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan, sesungguhnya syaitan akan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surah al-baqarah. Hadis riwayat Imam Muslim. Hadis ini menunjukkan bahawa rumah yang dibaca di dalamnya surah al-baqarah akan menyebabkan syaitan lari. Perumpamaan nabi s.a.w. rumah dengan kubur di dalam hadis ini secara mafhum mukhalafahnya (salah satu kaedah istinbat hukum, dibawah ketegori Mafhum al-Ghayah) kubur ialah tempat yang tidak dibaca padanya al-quran. Sekiranya kubur merupakan tempat disyariatkan membaca al-Quran maka perumpamaan nabi s.a.w. ini tidak membawa apa-apa erti, dan dalam erti kata yang lain perumpamaan rumah dan kubur itu adalah sia-sia. Dan ini mustahil kerana keseluruhan perkataan atau ucapan nabi s.a.w.melalui hadis-hadisnya itu membawa makna yang sangat mendalam tetapi ibarahnya sangat ringkas yang disebut sebagai jawamiul kalim. Seperti hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.
Al-Imam al-Bukhari meriwayatkan dari sahabat Ibn Umar bahawa nabi s.a.w. bersabda: Jadikanlah sebahagian dari solat-solat kamu (solat sunat) itu di rumah dan jangan jadikannya seperti kubur. Riwayat al- Bukhari (1/420) hadis ini menunjukkan kubur bukan tempat mendirikan solat kerana nabi menyamakan rumah yang tidak dilakukan solat di dalamnya seperti kubur. Lakukankanlah sebahagian solat (solat sunat) kamu di
rumah. Oleh sebab itu Imam Ibn Hajar menyatakan pernyataan nabi s.a.w. “jangan jadikannya seperti kubur” bermaksud kubur bukan tempat melakukan ibadah ketika mensyarahkan hadis ini di dalam fathul bari (1/766).
Maka kesimpulan yang dapat di ambil dari hadis ini ialah oleh kerana membaca al-Quran merupakan ibadah yang sangat disuruh oleh agama, maka tempatnya bukanlah di kuburan, Ikutilah apa yang telah dianjurkan oleh baginda s.a.w. dengan membacanya di rumah dan secara tidak langsung dapat menghindarkan rumah dari gangguan syaitan.
Dari sudut yang lain kita perhatikan masyarakat kita yang pergi untuk menziarahi kubur terutamanya pada hari raya mereka telah melakukan satu kesalahan yang jelas di larang oleh agama untuk membaca al-Quran.
Itulah dengan duduk di atas kuburan untuk membaca yasin dan sebagainya. Mengapakah perkara ini tidak diambil berat oleh masyarakat kita? Jawapannya disebabkan kerana kejahilan. Tidakkan kita mendengar hadis nabi s.a.w. “Adalah lebih baik bagi seseorang di kalangan kamu duduk di atas bara api sehinga terbakar pakaiannya dan melecur kulitnya daripada dia duduk di atas kubur”. hadis yang diriwayatkan oleh Imam
Muslim di dalam bab “Larangan duduk di atas kubur dan bersolat di atasnya” Maka sekiranya masih berdegil juga untuk melakukannya maka silalah membaca al-Quran di atas kubur secara berdiri, kerana diharamkan untuk duduk di atas kubur.
Zamihan berkata: “perlu diingat bahawa amalan yang tidak dilakukan Rasulullah s.aw. dan generasi salaf tidak boleh dijadikan alasan untuk mengharamkan sesuatu amalan selagi tidak ada tegahan putus daripada nas syarak”. Perkataan seperti ini perlu diperhatikan semula dan diperincikan. Kerana sekiranya sesuatu amalan yang bersangkutan dengan permasalahan ibadah maka ianya tidak boleh dilakukan kecuali dengan nas syarak.
Ini disepakati seluruh ulamak. Kerana sekiranya alasan tiada dalil putus yang melarang sesuatu perkara yang bersangkutan dengan ibadah diterima tidak ada amalan yang direka-reka oleh umat sekarang ini yang boleh dibantah. Tindakan Aminah Wadud yang mengimamkan solat jumaat tidak boleh dibantah kerana sudah pasti dia boleh berhujah bahawasanya tiada dalil yang melarang dan mengharamkan tindakan yang dilakukan.
Kaedah yang disepakati oleh ulamak “asal sesuatu perkara di dalam permasalahan ibadah ialah tegahan atau larangan kecuali ada dalil yang mengharuskannya”.
Maka ibadah di dalam Islam boleh menjadi bid’ah sekiranya:
1. Setiap yang bercanggah dengan sunnah yang sahih sama ada perkataan, perbuatan atau aqidah walau pun hasil daripada ijtihad.
2. Setiap perkara yang tidak mungkin disyariatkan kecuali dengan nas (tauqifi). Namun, apabila tidak ada nas yang membenarkannya, ia juga termasuk perkara bidaah. Kecuali ia pernah dilakukan oleh para sahabat.
3. Setiap ibadat yang tidak ada keterangan cara perlaksanaannya dan hanya sekadar berdalilkan hadis-hadis daif atau palsu.
4. Setiap ibadat yang hanya dijelaskan secara mutlak (umum) kemudian dikhususkan oleh orang ramai seperti
menetapkan tempat, masa, kaifiyat (cara) atau bilangannya.
Wallahu a’lam
(www.al-ahkam.net) (www.yapis.blogspot.com)
Jabatan Mufti Negeri Perlis, Aras 4 Kompleks Islam & Syriah Negeri Perlis,Jalan Pegawai 01000
Kangar,Perlis.
Luas Neraka
PAKELIMA
LUASNYA NERAKA ...
Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibrail datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya,
maka ditanya oleh nabi s.a.w.: 'Mengapa aku melihat kau berubah muka?'Jawabnya: 'Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya.'Lalu nabi s.a.w. bersabda: 'Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat Jahannam.'Jawabnya: 'Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung diantara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi karena panas dan basinya.Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh.Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.'Nabi s.a.w. bertanya: 'Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?'Jawabnya: 'Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.' (nota kefahaman yaitu yg lebih bawah lebih panas)Tanya Rasulullah s.a.w. : 'Siapakah penduduk masing-masing pintu?'Jawab Jibrail :'Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir'aun sedang namanya Al-Hawiyah.Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim, Pintu ketiga tempat orang shobi'in bernama Saqar.Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa'eir.' Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya: 'Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?'Jawabnya: 'Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat.' Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibrail meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sedar kembali dansesudah sadar nabi saw bersabda: 'Ya Jibrail, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?'Jawabnya: 'Ya, iaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.' Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyangselalu menangis dan minta kepada Allah.(dipetik dari kitab 'Peringatan Bagi Yg Lalai')Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku. Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah 5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekorular9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hastamengandungi lautan racun yang hitam pekat.10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai70,000 rantai11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikatMudah-mudahan ini dapat menimbulkan keinsafan kepada kita semua.....Wallahua'lam.
LUASNYA NERAKA ...
Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibrail datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya,
maka ditanya oleh nabi s.a.w.: 'Mengapa aku melihat kau berubah muka?'Jawabnya: 'Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya.'Lalu nabi s.a.w. bersabda: 'Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat Jahannam.'Jawabnya: 'Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung diantara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi karena panas dan basinya.Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh.Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.'Nabi s.a.w. bertanya: 'Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?'Jawabnya: 'Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.' (nota kefahaman yaitu yg lebih bawah lebih panas)Tanya Rasulullah s.a.w. : 'Siapakah penduduk masing-masing pintu?'Jawab Jibrail :'Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir'aun sedang namanya Al-Hawiyah.Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim, Pintu ketiga tempat orang shobi'in bernama Saqar.Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa'eir.' Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya: 'Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?'Jawabnya: 'Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat.' Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibrail meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sedar kembali dansesudah sadar nabi saw bersabda: 'Ya Jibrail, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?'Jawabnya: 'Ya, iaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.' Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyangselalu menangis dan minta kepada Allah.(dipetik dari kitab 'Peringatan Bagi Yg Lalai')Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku. Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah 5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekorular9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hastamengandungi lautan racun yang hitam pekat.10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai70,000 rantai11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikatMudah-mudahan ini dapat menimbulkan keinsafan kepada kita semua.....Wallahua'lam.
Fiqih Islam : Hukum Meniup Makanan / Minuman
PAKELIMA
sebaiknya tidak meniup makanan yang panas.
Seringkali kita melihat, seorang Ibu ketika menyuapi anaknya makanan yang masih panas, dia meniup makanannya lalu disuapkan ke anaknya. Bukan cuma itu, bahkan orang dewasa pun ketika minum teh atau kopi panas, sering kita lihat, dia meniup minuman panas itu lalu meminumnya. Benarkan cara demikian?
Cara demikian tidaklah dibenarkan dalam Islam, kita dilarang meniup makanan atau minuman. Sebagaimana dalam Hadits Ibnu Abbas menuturkan “Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya”. (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).
Dan ternyata dari salah satu milis kimia di Indonesia, ada yang menjelaskan secara teori bahwa : apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan CO2 yaitu carbon dioxide, yang apabila bercampur dengan air H20, akan menjadi H2CO3, yaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic (berarti kalo kita meniup makanan/minuman panas sama dengan minum cuka).
Dan perlu kita ingat juga bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kita ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas, hal ini juga dilarang, ternyata saya baru tahu sekarang hikmahnya, bahwa ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas.
Ulasan ini mungkin bukan hikmah keseluruhan, karena Ilmu Allah tentu Maha luas dari ilmu manusia, bisa jadi itu adalah salah satu hikmah dari puluhan hikmah lainnya yang belum terungkap oleh manusia.
Sumber : hendra-prasetyo.blogspot.com
sebaiknya tidak meniup makanan yang panas.
Seringkali kita melihat, seorang Ibu ketika menyuapi anaknya makanan yang masih panas, dia meniup makanannya lalu disuapkan ke anaknya. Bukan cuma itu, bahkan orang dewasa pun ketika minum teh atau kopi panas, sering kita lihat, dia meniup minuman panas itu lalu meminumnya. Benarkan cara demikian?
Cara demikian tidaklah dibenarkan dalam Islam, kita dilarang meniup makanan atau minuman. Sebagaimana dalam Hadits Ibnu Abbas menuturkan “Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya”. (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).
Dan ternyata dari salah satu milis kimia di Indonesia, ada yang menjelaskan secara teori bahwa : apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan CO2 yaitu carbon dioxide, yang apabila bercampur dengan air H20, akan menjadi H2CO3, yaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic (berarti kalo kita meniup makanan/minuman panas sama dengan minum cuka).
Dan perlu kita ingat juga bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kita ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas, hal ini juga dilarang, ternyata saya baru tahu sekarang hikmahnya, bahwa ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas.
Ulasan ini mungkin bukan hikmah keseluruhan, karena Ilmu Allah tentu Maha luas dari ilmu manusia, bisa jadi itu adalah salah satu hikmah dari puluhan hikmah lainnya yang belum terungkap oleh manusia.
Sumber : hendra-prasetyo.blogspot.com
Langganan:
Komentar (Atom)


